Stimulasi Tepat, Cara Mencerdaskan Otak Anak

Stimulasi Tepat, Cara Mencerdaskan Otak Anak

Waktu membaca: 5 menit

Memasuki usia 2 tahun kepintaran si Kecil dalam aspek akal, fisik, maupun sosial akan semakin berkembang. Robert Myers, Ph.D., seorang psikolog anak dan remaja dan pendiri Child Development Institute di University of California, Irvine School of Medicine, menyebutkan bahwa usia 2-3 tahun adalah tahapan penting dalam perkembangan anak karena kemampuan bahasa anak semakin berkembang dan mereka mulai secara aktif mengeksplor dunia di sekitarnya. 


Perlu Mam ingat pula, masa awal kehidupan si Kecil otaknya tengah berkembang dengan sangat pesat. Jaringan yang menghubungkan sel-sel otaknya terbentuk pesat setiap harinya membentuk fondasi awal yang akan digunakan si Kecil dalam belajar dan berpikir sepanjang hidupnya kelak. Jaringan yang sudah terbentuk ini apabila mendapat stimulasi akan membentuk jaringan saraf untuk berbahasa, berpikir dengan logika, memecahkan masalah, dan memahami nilai-nilai. Pengalaman baru yang didapat anak akan menghasilkan jaringan baru sementara pengalaman yang berulang akan memperkuat jaringan yang sudah ada. Karena itulah stimulasi yang tepat dibutuhkan sebagai cara mencerdaskan otak anak. 

Tentunya dukungan Mam dan Pap dibutuhkan supaya anak mendapat stimulasi yang tepat sebagai cara mencerdaskan otak anak di usia ini. Dukungan dari orangtua dalam pemberian stimulasi dalam cara mencerdaskan otak anak akan membantu meningkatkan kemampuan anak berpikir strategis, memecahkan masalah, memperkenalkan berbagai konsep baru pada anak, membantu anak belajar berpikir dengan lebih fleksibel, dan sebagainya. Selain itu, terkadang si Kecil perlu melakukan aktivitas stimulasi yang diberikan beberapa kali terlebih dahulu sebelum kemudian dapat melakukannya. Dorongan dari orangtua tentu akan membuat si Kecil lebih bersemangat dalam melakukannya.

Nah, apa saja sih stimulasi yang tepat diberikan untuk si Kecil usia 2 tahun sebagai cara mencerdaskan otak anak? Yuk, simak beberapa ide aktivitas berikut ini.

  1. Bermain balok
    Ya, bermain balok memang aktivitas bermain yang umum bagi anak-anak dan ada banyak pilihan balok yang bisa Mam pilih. Tentunya Mam perlu memilih balok dengan bentuk dan ukuran yang sesuai untuk si Kecil usia 2 tahun ya. Bermain balok akan membantu si Kecil mengembangkan kreativitasnya, belajar bentuk, warna, berhitung, belajar sebab akibat dan bahkan memecahkan masalah. Misalnya, agar jembatan balok yang dibuat tidak rubuh, berarti balok bentuk apa yang sebaiknya digunakan dan bagaimana cara menyusunnya.
     
  2. Bermain pura-pura atau dramatisasi
    Permainan jenis ini juga merupakan stimulasi bagi otak si Kecil, lho. Bermain pura-pura akan mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak dan juga melatih ingatan anak mengenai peran yang sedang ia tirukan.
     
  3. Bermain berhitung
    Permainan ini sederhana sekali. Mam dan si Kecil bisa melakukannya sambil menyusun berbagai benda yang ada di rumah membentuk deretan. Misalnya sederet mobil-mobilan, sederet boneka, atau benda apa saja yang menarik bagi si Kecil. Kemudian tunjuk satu persatu sambil dihitung. Stimulasi ini juga bisa disisipkan dalam aktivitas sehari-hari, lho. Misalnya menghitung mainan sambil mengembalikannya ke kotak mainan, menghitung buku sambil mengembalikannya ke rak, menghitung potongan buah yang dimakan, dan lain-lain. Aktivitas ini akan turut mengembangkan kemampuan berhitung dan kemampuan kognitif anak.
     
  4. Bermain air
    Bermain air bukan hanya seru dan menyenangkan bagi si Kecil tapi juga merupakan stimulasi yang tepat untuk berbagai aspek perkembangan anak. Selain itu ada banyak jenis aktivitas stimulasi yang bisa dilakukan sambil main air. Mam tinggal memanfaatkan berbagai media yang berbeda. Misalnya, kumpulkan berbagai mainan anak yang aman terkena air dan minta anak memasukkan mainan tersebut ke seember air satu persatu. Mana mainan yang tenggelam dan mana mainan yang mengambang? Aktivitas sederhana ini sudah merupakan stimulasi untuk kognitif anak dan juga cara awal untuk belajar sains.
     
  5. Membaca buku bersama
    Aktivitas membaca dapat menjadi stimulasi cara mencerdaskan otak anak. Bukan berarti Mam harus mengajari anak membaca di usia 2 tahun, ya. Stimulasi dapat diberikan dengan cara Mam membacakan buku bagi si Kecil. Mam bisa memanfaatkan buku yang interaktif atau menggabungkan kegiatan membaca buku bersama dengan kegiatan yang interaktif. Misalnya dengan mengajukan beberapa pertanyaan seputar buku yang dibaca untuk memancing diskusi dengan anak, meminta anak mencari bentuk atau warna tertentu pada gambar buku, dan lain sebagainya.

Masih ada banyak pilihan aktivitas bermain untuk stimulasi cara mencerdaskan otak yang bisa Mam coba di rumah. Misalnya bermain puzzle, mencocokkan gambar, memilah bentuk balok, mengurutkan pola sambil meronce kalung, membedakan ukuran mainan, dan lain sebagainya. Jangan lupa untuk memberikan stimulasi yang tepat untuk tahap tumbuh kembang dan usia anak agar ia menjadi anak hebat ya, Mam.


Sumber:
https://www.raisesmartkid.com/1-to-3-years-old/3-articles/55-brain-boos…
https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/activities/indoor/11-fun-…
https://kidshealth.org/en/parents/learn12yr.html
https://www.superbabyonline.com/mind-games-for-kids/
https://parenting.firstcry.com/articles/top-25-activities-for-2-year-ol…
 

Yuk Cari Inspirasi Hebat Lainnya

Average Rating
Average: 5 (1 vote)
Berikan Rating

Please login to leave us a comment.

Login