Cara Mengetahui Bakat Anak Usia Dini yang Perlu Mam Ketahui

Cara Mengetahui Bakat Anak Usia Dini yang Perlu Mam Ketahui

Waktu membaca: 5 menit

Secara umum, anak usia dini tidak mengenali bakatnya sendiri. Walaupun secara naluriah ia akan lebih sering melakukan aktivitas yang berkaitan dengan bakatnya. Orang tua yang biasanya mengenali bakat anak berdasarkan pengamatan sehari-hari. Selain pengamatan, ada beberapa cara mengetahui bakat anak usia dini lainnya yang bisa Mam lakukan. Yuk, simak informasinya berikut ini! 

Lakukan Pengamatan

Mam bisa mulai mengamati dari hal-hal kecil seperti cara si Kecil berbicara, postur tubuh, sikap, pilihan mainan, kapan ia tersenyum, dan lainnya. Pasanya, hal-hal tersebut merupakan salah satu cara mengetahui bakat anak usia dini. 

Kalau Mam merasa si Kecil memiliki bakat yang menonjol di satu hal, misalnya yang berhubungan dengan olahraga, matematika, atau bahasa, Mam bisa mulai membuat catatan tentang hal ini.  

Kemudian, Mam berbagi tentang hal ini dengan orang dewasa lain yang terlibat dalam kehidupan si Kecil agar mereka dapat ikut mengamati dan menilai. Jika yang lain juga merasa seperti Bunda, maka bisa jadi Mam telah menemukan bakat si Kecil. 

Kenalkan Pada Hal-hal Baru

Hal ini ini juga merupakan salah satu cara mengetahui bakat anak usia dini. Mam bisa menyertakannya dalam program trial dari beberapa kelas yang berkaitan dengan minat anak, misalnya kelas memasak, renang, atau melukis. Selain mengikuti kelas, Mam juga bisa membiarkan anak untuk bereksplorasi dengan alam sekitarnya. Air, tanah, atau tumbuhan bisa dijadikan media kreasi bagi si Kecil.  

Dengan demikian, Mam bisa melihat responnya setelah mengikuti program tersebut, apakah ia terlihat antusias atau sebaliknya malas-malasan. Jika antusias, bisa jadi ia memiliki minat dan bakat di situ.  


Baca Juga: 5 Hal untuk Dukung Perkembangan Otak Anak 


Berikan Kebebasan Bereksplorasi 

Untuk cara mengetahui bakat anak usia dini ini, Mam dapat mengikuti keinginan si Kecil untuk mencoba kegiatan ini dan itu. Walaupun mungkin awalnya hanya ikut-ikutan, tapi tidak ada salahnya untuk Mam ikuti keinginannya. Dengan demikian, keinginan ini merupakan bentuk naluri si Kecil yang berhubungan dengan bakatnya. 

Salah satu caranya, Mam bisa mulai mengenalkan si Kecil untuk berkesplorasi dengan alam. Pasalnya, alam menyediakan beragam bentuk eksplorasi yang tak terbatas. Membiarkan si Kecil bereksplorasi bisa menumbuhkan rasa ingin tahu dan kegiatan motorik yang baik bagi tumbuh kembangnya. 

Beri Dukungan dan Stimulus

Ketika si Kecil mulai menunjukkan minat pada bidang tertentu, Mam harus memberikan dukungan untuk mengembangkan bakat anak dan minat tersebut. Hal ini memberikan kesempatan untuk memperluas dan memperkaya pemahaman tentang bidang yang diminati si Kecil. 

Selain itu, mam juga bisa memberikan stimulasi atau alat pendukung seperti media pembelajaran, atau bahkan mengikutsertakan anak dalam lomba sebagai salah satu cara mengetahui bakat anak usia dini. 

Bangun Komunikasi yang Baik dengan si Kecil

Sebagai bagian dari cara mengetahui bakat anak usia dini, Mam disarankan untuk membangun komunikasi yang baik dengan si Kecil. Ajak ia banyak mengobrol tentang apa saja, mulai dari kegiatannya, teman-temannya, serial televisi yang ia tonton, sampai ke apa yang ia sukai dan tidak sukai hari ini. Dengan demikian, biasanya Mam akan mendapat petunjuk mengenai minat dan bakat si Kecil. 

Pada dasarnya, aktivitas1sehari-hari yang dilakukan dengan orang lain menjadi caranya untuk bertumbuh dan berkembang, termasuk juga dalam hal mengetahui bakat yang dimiliki si Kecil. Selain dengan melakukan hal-hal di atas, asupan nutrisi yang tepat juga menjadi dukungan yang tepat dalam proses mencari tahu bakat anak usia dini.  

Banyak sumber nutrisi yang dapat menjadi asupan sehari-hari yang sesuai dengan usia Si Kecil. Salah satu asupan yang dapat dikonsumsi oleh si Kecil adalah susu A2. 

Susu A2 merupakan susu sapi yang memiliki kandungan nutrisi seperti susu sapi jenis lain namun lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Sama-sama mengandung protein, namun protein susu A2 memiliki struktur seperti ASI maupun susu kambing, domba, maupun kerbau.  

Susu A2 dipandang aman bagi pencernaan terutama orang-orang yang mengalami intoleransi terhadap produk susu. Dengan mengonsumsi A2, risiko untuk mengalami gangguan perut seperti kembung atau diare menjadi minimal.2 

Si Kecil juga bisa mendapatkan manfaat dari susu A2 sebagai asupan nutrisi yang tepat untuknya. 

Selamat mencoba ya, Mam! 

 

Apa_itu_Susu

 

Source :

healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Emotional-and-Social-Development-Birth-to-3-Months.aspx  

raisingchildren.net.au/babies/development/development-tracker-3-12-months/3-4-months 

medicalnewstoday.com/articles/318577  

Wyeth milestone content listing for article

Average Rating
Average: 5 (1 vote)

Berikan Rating

Please login to leave us a comment.

Login