Alergi Pada Anak

Waspada Alergi Pada Si Kecil

Mam, ada baiknya kita tidak menyepelekan alergi pada si Kecil. Alergi merupakan reaksi kekebalan yang menyimpang atau berubah dari normal yang kemudian dapat menimbulkan gejala yang merugikan tubuh.

Waktu membaca: 3 menit

Mam, ada baiknya kita tidak menyepelekan alergi pada si Kecil. Alergi merupakan reaksi kekebalan yang menyimpang atau berubah dari normal yang kemudian dapat menimbulkan gejala yang merugikan tubuh. Alergi bisa terjadi karena keturunan ataupun bawaan dari lahir. Untuk itu penting sekali Mam memantau gejala alergi pada si Kecil sejak dini agar kesehatan anak dan tumbuh kembangnya tidak terganggu. 

Macam-macam Alergi
Alergi bisa menyerang si Kecil dengan berbagai cara, yakni melalui bersentuhan, menghirup, memakan, atau menginjeksi sang allergen (penyebab alergi) ke tubuh Si Kecil. 

Reaksi yang diberikan si Kecil terhadap alergen pun berbagai macam pula. Mulai dari hidung yang berair, bersin-bersin, gatal, sampai batuk-batuk. Biasanya penyebab alergi ini datang dari bulu binatang, jamur dari tempat lembab, dan serangga kecil seperti tungau. 

Alergen yang sama juga bisa menyebabkan si Kecil yang berusia di bawah 2 tahun mengalami kelainan atau macam-macam penyakit kulit (dermatitis atopic). Bentuknya bisa gatal-gatal, kemerahan, bentol-bentol, bahkan bersisik. 

Sedangkan alergi yang berdampak pada kinerja sistem pencernaan biasanya berasal dari makanan, seperti telur, susu sapi, makanan laut dan kacang-kacangan. Efek alerginya dapat terlihat dari gangguan kesehatan anak yang tiba-tiba mengalami diare atau sembelit.

Cara Mengatasi Alergi
Mam tidak perlu khawatir jika si Kecil terlahir dengan alergi. Karena ada beberapa alergi yang bisa hilang dengan sendirinya namun ada juga yang menetap seumur hidup. Seperti alergi yang terdeteksi dari kelainan kulit, misalnya. 

Seiring pertambahan usia dan tumbuh kembang anak, gejala alergi ini akan berangsur berkurang dan akan hilang total pada saat si Kecil sudah masuk usia sekolah dasar. Sedangkan alergi yang berdampak pada kinerja sistem pencernaan akan  menghilang pada saat Kecil beranjak ke usia 1-2 tahun. 

Tapi bagaimana jika alergi pada si Kecil menetap? Maka Mam harus tahu betul cara menangani alerginya agar tumbuh kembang dan kesehatan anak tidak terganggu kelak. 

Cara yang paling mudah dalam mengatasi alergi adalah menghindari alergennya. Namun yang patut Mam perhatikan secara khusus adalah jika si Kecil mengalami anafilaksis atau tanda alergi berat, seperti sesak dengan nafas yang berbunyi, bibir hingga wajah membengkak, sulit menelan, muntah-muntah. Jika si Kecil mengalami salah satu gejala tersebut, maka Mam harus segera bawa anak ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
 

Yuk Cari Inspirasi Hebat Lainnya