Tips Menghindarkan si Kecil dari Keterlambatan Berbicara

Tips Menghindarkan si Kecil dari Keterlambatan Berbicara

Vitamin C memang mudah didapatkan karena tersedia di banyak tempat. Manfaat vitamin C pun begitu banyak dan penting untuk kesehatan anak dan tumbuh kembang si Kecil

Waktu membaca: 4 menit
Para ahli pun menyarankan agar tidak gegabah dalam memberikan vitamin C bentuk kunyah ataupun hisap berbentuk seperti permen yang disukai anak, karena di dalamnya biasanya terkandung vitamin C yang cukup tinggi.

Fase anak usia dini, yakni usia 0 sampai 6 tahun, bisa disebut sebagai masa keemasan (golden years). Perkembangan anak usia dini menurut para ahli berlangsung sangat pesat, karena pada masa inilah si Kecil memiliki kepekaan yang tinggi dalam menangkap dan merespon berbagai stimulasi.

Stimulasi yang tidak maksimal berisiko menimbulkan gangguan pada berbagai aspek perkembangan anak. Termasuk salah satu aspek penting perkembangan anak usia dini menurut para ahli adalah kemampuan berbicara. Dalam situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dipaparkan bahwa keterlambatan bicara dan bahasa dialami oleh 5-8 persen anak usia prasekolah. Padahal, perkembangan bicara pada anak sebenarnya dapat dipantau sejak ia masih bayi lho, Mam.
 
Smart Consultation 

Ini beberapa faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan berbicara pada anak:

  • Hambatan pendengaran
  • Hambatan perkembangan otak
  • Masalah keturunan/genetik
  • Minimnya komunikasi/stimulasi
  • Terlalu banyak menonton televisi

 
Pada umumnya, orang tua mulai menyadari anaknya mengalami keterlambatan berbicara pada saat si Kecil berusia 2-3 tahun. Agar si Kecil terhindar dari problem keterlambatan berbicara, Mam dapat melakukan langkah-langkah berikut:

Usia 0-12 bulan

  • Ajak si Kecil berbicara sesering mungkin, saat Mam sedang mengganti popoknya, saat menyusui atau memberinya makan, dan saat memandikannya.
  • Tirukan ocehan si Kecil sesering mungkin, agar ia kembali menirukan suara Mam.
  • Berbicaralah pada si Kecil dengan penuh perhatian dan gunakan intonasi yang menarik.
  • Ajak si Kecil bermain mengenali sumber suara dan mengenali jenis-jenis suara.
  • Nyanyikan lagu sesering mungkin pada si Kecil.

 
Smart Strength Finder 

12-24 bulan

  • Ajak si Kecil membuat suara, misalnya dengan memukul-mukul kaleng atau barang lain yang mengeluarkan suara.
  • Ajari si Kecil menyebut bagian tubuhnya.
  • Bercerita atau membacakan buku pada si Kecil setiap hari. Sesekali, minta ia menunjuk dan mengucapkan apa yang ia lihat atau tunjuk pada buku tersebut.
  • Bermain telepon-teleponan.
  • Menyebut berbagai nama barang saat bepergian ke pasar atau supermarket.
  • Dampingi si Kecil saat sedang menonton televisi, sambil menjelaskan tentang apa yang sedang dilihatnya.
  • Latih si Kecil untuk mengerjakan perintah sederhana, seperti “Dik, letakkan gelasmu di atas meja” atau “Tolong taruh mainan adik di dalam boks”.

 
24-36 bulan

  • Terus membacakan buku cerita secara rutin pada si Kecil.
  • Ajari si Kecil agar dapat menyebutkan namanya secara lengkap.
  • Dorong si Kecil agar mau menceritakan apa yang ia lihat di buku atau setiap habis berjalan-jalan.
  • Ajari si Kecil agar mampu menyebutkan jenis-jenis pakaiannya.
  • Ajari si Kecil agar dapat mengungkapkan keadaan suatu benda. Misalnya, “Adik pakai kemeja merah, ya” atau “Boneka jerapah warna kuning ada di bawah meja”.
     

Karena perkembangan anak usia dini menurut para ahli adalah momen penting untuk mengembangkan kemampuan si Kecil dalam berbagai aspek, manfaatkan fase golden years ini secara optimal ya, Mam. Berikan stimulasi yang tepat sesuai dengan usia dan minat si Kecil. 
 

Yuk Cari Inspirasi Hebat Lainnya

Average Rating
Average: 5 (1 vote)
Berikan Rating

Please login to leave us a comment.

Login