Tanda-Tanda Si Kecil Kedinginan

Tanda-Tanda Si Kecil Kedinginan

Pada bulan-bulan pertama setelah dilahirkan, bayi biasanya sebaiknya dijaga untuk selalu merasa hangat dan nyaman. Berbeda dengan orang dewasa, bayi lebih berisiko tinggi kehilangan panas tubuh.

Waktu membaca: 4 menit
Pada bulan-bulan pertama setelah dilahirkan, bayi biasanya sebaiknya dijaga untuk selalu merasa hangat dan nyaman. Berbeda dengan orang dewasa, bayi lebih berisiko tinggi kehilangan panas tubuh.

Pada bulan-bulan pertama setelah dilahirkan, bayi biasanya sebaiknya dijaga untuk selalu merasa hangat dan nyaman. Berbeda dengan orang dewasa, bayi lebih berisiko tinggi kehilangan panas tubuh karena: 

  1. Rasio luas tubuh dan berat badan bayi  yang tinggi menjadikannya berisiko tinggi mengalami kedinginan
  2. Bayi belum memiliki ketrampilan ataupun kemampuan mental untuk mengatur sendiri suhu ruangan sesuai keinginannya. 

 
Kondisi ini tentu saja berisiko untuk kesehatan anak atau bayi. Sebuah penelitian yang dimuat di International Journal of Epidemiology and The Journals of Pediatrics mengungkapkan adanya hubungan antara bayi yang mengalami kepanasan atau kedinginan dengan SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). 
 
Nah untuk lebih jelasnya, Mam dapat mengetahui beberapa tanda bahwa si Kecil merasa kedinginan berikut ini: 
 

  • Bayi cenderung lebih diam. Berbeda dengan orang dewasa, bayi belum bisa menggigil saat merasa dingin. Oleh karena itu bayi akan lebih banyak menghabiskan energi di dalam tubuhnya untuk tetap merasa hangat. Akibatnya, dia akan lebih banyak diam dan malah tidak menangis saat merasa dingin.
     
  • Bayi kehilangan selera makan. Kedinginan dapat membuat jadi kehilangan nafsu makan dan tidak berselera untuk minum ASI atau susu, atau makanan padat.
     
  • Tangan dan kaki bayi terasa dingin. Selain dapat dirasakan melalui tangan dan kaki, pada kasus kedinginan yang agak parah, dada bayi juga akan terasa dingin walaupun dia telah menggunakan pakaian. Jika bayi mengalami gejala ini, dia sebaiknya segera mendapatkan kehangatan dengan cara dipeluk oleh orang dewasa. Setelah bayi merasa hangat, Mam dapat menambah lapisan pakaiannya agar terhindar dari udara dingin.
     
  • Bayi mengalami neonatal cold syndrome. Pada kasus kedinginan yang parah, maka fungsi-fungsi vital tubuh bayi akan melambat. Bayi kemudian menjadi lesu dan lemas, kaki dan tangannya akan terlihat membengkak dan berwarna merah muda. Gejala ini dapat berakibat fatal bagi kesehatan anak atau bayi. Bayi yang mengalami gejala ini sebaiknya segera dilarikan ke unit gawat darurat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 
 
Agar tidak mengalami kedinginan, Mam sebaiknya selalu menjaga kesehatan anak atau bayi dengan membuatnya selalu merasa hangat dan nyaman. Untuk itu, Mam dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter anak mengenai suhu udara ruangan yang direkomendasikan untuk si Kecil. 
 
Salah satu anjuran dari dokter adalah, bayi sebaiknya selalu diberi satu lapis pakaian ekstra dibandingkan dengan yang dipakai oleh orang dewasa pada suhu ruangan yang sama. Selain itu, Mam dapat membuatnya tetap hangat dengan memberikan minyak telon bayi, serta menambahkan aksesoris penghangat seperti topi, sarung tangan serta kaus kaki. 
 

Yuk Cari Inspirasi Hebat Lainnya