Ketika si Kecil Menangis Tanpa Air Mata

Ketika si Kecil Menangis Tanpa Air Mata

Jangan panik dulu jika si Kecil menangis tanpa mengeluarkan air mata. Pada bayi yang baru lahir, hal tersebut biasanya terjadi karena saluran air matanya belum terbentuk secara sempurna, dan air mata biasanya baru diproduksi ketika bayi berusia satu hingga tiga bulan.

Waktu membaca: 4 menit

Ketika si Kecil Menangis Tanpa Air Mata

Jangan panik dulu jika si Kecil menangis tanpa mengeluarkan air mata. Pada bayi yang baru lahir, hal tersebut biasanya terjadi karena saluran air matanya belum terbentuk secara sempurna, dan air mata biasanya baru diproduksi ketika bayi berusia satu hingga tiga bulan. 

Nah, untuk mengomunikasikan perasaannya seperti lapar, bosan, mengantuk maupun tidak nyaman, maka bayi memilih untuk menangis. Jangan panik ya, Mam. Kondisi ini biasanya akan membaik seiring berjalannya waktu. Namun, Mam perlu waspada jika bayi yang terus-menerus menangis tanpa air mata. Hal tersebut juga bisa menandakan adanya kondisi serius yang berakibat fatal bagi kesehatan anak, yakni dehidrasi.
Bila itu terjadi, lakukan langkah-langkah berikut ini: 

  • Kenali dan cek gejalanya. Selain menangis tanpa air mata, dehidrasi pada bayi berusia di bawah satu tahun biasanya ditandai dengan bayi yang tampak lesu, rewel, mulut yang terlihat kering dan lengket, frekuensi buang air kecil yang berkurang (pospak kering selama lebih dari 6 jam), serta warna urin terlihat lebih gelap dan berbau lebih tajam dibanding biasanya.
     
  • Beri lebih banyak minum. Jika Mam masih menyusui, beri si Kecil ASI lebih sering daripada biasanya. Jika si Kecil telah minum susu tambahan lewat botol, beri dia susu dalam jumlah yang normal seperti biasanya. Namun, jika si Kecil mengalami muntah-muntah, beri susu dalam jumlah sedikit namun sering. Segera bawa ke dokter jika si Kecil muntah hingga lebih dari sekali. 
     
  • Dampingi makanannya dengan air minum. Jika bayi telah berusia di atas 6 bulan dan sudah mulai makan makanan padat, misalnya pisang yang dilumatkan atau kentang tumbuk, jangan lupa untuk selalu memberinya air minum selama dan sesudah makan ya, Mam. 
     
  • Jangan ragu menghubungi dokter. Dehidrasi tidak dapat dianggap remeh dan dapat berakibat fatal bagi kesehatan anak. Jika Mam merasa kondisi si Kecil tak kunjung membaik setelah diberi cairan, segera bawa ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat, ya. Ini terutama jika gejala dehidrasinya dibarengi dengan gangguan kesehatan yang lain, misalnya muntah-muntah dan diare. Dalam kondisi tersebut, si Kecil bisa jadi memerlukan bantuan cairan melalui tabung intravena atau infus. 

Nah Mam, sebenarnya mudah sekali untuk menjaga si Kecil agar terhindar dari bahaya dehidrasi seperti di atas, yakni dengan selalu menjaga asupan cairan yang masuk ke tubuhnya. Jadi, pastikan si Kecil selalu mengonsumsi ASI, susu, maupun air putih dalam takaran yang sesuai dengan usianya ya, Mam. Dengan begitu, kesehatan anak pun terjaga dengan baik, dan si Kecil dapat beraktivitas serta bertumbuh kembang dengan nyaman.   

Referensi
http://www.parenting.com/article/crying-without-tears
http://www.babycenter.com/0_dehydration-in-babies_11527.bc
http://www.webmd.com/first-aid/dehydration-in-children-treatment
 

Wyeth milestone content listing for article

Average Rating
belum ada rating
Berikan Rating

Please login to leave us a comment.

Login