Jenis Permainan Anak Usia Dini untuk Mengasah Kemampuannya-thum.jpg

Jenis Permainan Anak Usia Dini Untuk Mengasah Kemampuannya

Dengarkan Artikel
Waktu membaca: 7 menit

Beragam cara yang bisa dihadirkan untuk mengasah kemampuan Si Kecil agar dia tumbuh dengan menguasai berbagai hal yang berbeda. Bagi anak-anak, permainan bisa jadi cara yang efektif sekaligus menyenangkan untuk mengasah kemampuannya.

Agar permainan tidak sekadar dilakukan untuk bersenang-senang, Mam bisa memilih permainan yang tepat sesuai dengan apa yang dia sukai. Banyak jenis permainan anak usia dini yang bisa dimainkan oleh Si Kecil. 

Selain menyenangkan, saat SI Kecil bermain, dia mendapatkan banyak manfaat untuk pertumbuhannya. Dia dapat belajar dan berlatih untuk mengasah kemampuan sosial, kognitif, organisasi, fisik, emosional, serta kreativitas, imajinasi, dan memecahkan masalah.

Beragam jenis permainan anak usia dini

Permainan anak usia dini memiliki konsep serta target pencapaian yang berbeda-beda. Manfaat yang didapat juga berbeda-beda dan akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia dan semakin variatifnya permainan yang dimainkan. 
Sosiolog ternama Mildred Parten membagi jenis permainan anak usia dini  ke dalam enam jenis dan tergantung pada usia, suasana hati,  dan kondisi sekitar. Dia juga menjelaskan bagaimana anak-anak bisa belajar dan berinteraksi satu sama lain saaat bermain.

Permainan tanpa pengawasan

Permainan jenis ini biasanya dilakukan oleh bayi. Meski tidak terlihat seperti permainan apapun, namun aktivitas sekadar mengamati sekitar dan menunjukkan pergerakan acak tanpa tujuan merupakan bentuk permainan tanpa pengawasan. Permainan ini adalah titik awal untuk eksplorasi permainan lebih jauh di masa yang akan datang.

Permainan soliter

Permainan soliter adalah permainan yang dimainkan sendiri. Permainan ini penting karena mengajarkan Si Kecil bagaimana menghibur dirinya sendiri, membuka jalan supaya dia mampu mandiri. Permainan ini biasanya melibatkan mainan yang biasa dimainkan sendiri seperti balok, boneka, buku, dan lainnya.

Permainan mengamati

Permainan ini dilakukan ketika Si Kecil hanya mengamati anak lainnya yang sedang bermain tanpa bergabung dan ikut bermain. Permainan mengamati biasanya dilakukan anak-anak berusia 2-3 tahun dan lazim dilakukan oleh yang anak-anak yang sedang mengumpulkan perbendaharaan kata. Tidak terlihat seperti permainan memang, namun permainan ini jadi kesempatan bagi mereka mempelajari cara/aturan main serta awan mainnya. 

Permainan paralel

Permainan paralel terjadi ketika dua anak atau lebih berada di satu ruangan sambil bermain. Secara kasat mata, mereka terlihat sedang bermain bersama padahal mereka hanya main masing-masing di ruangan yang sama. Mereka terlihat saling mengabaikan satu sama lain padahal mereka biasanya sedang mengamati apa yang dilakukan oleh temannya.

Permainan asosiatif

Seperti permainan paralel, permainan asosiatif juga melibatkan anak-anak yang bermain secara terpisah. Hanya saja, apa yang dilakukan melibatkan satu sama lain seperti membuat bangunan balok masing-masing. Meski bangunan yang dibuat terpisah, namun mereka akan berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain tapi intinya tetap bekerja sendiri-sendiri. 
Permainan asosiatif membantu anak mengasah berbagai kemampuan seperti kemampuan berbahasa, sosialisasi, berbagi dan saling bertukar giliran, memecahkan masalah, dan juga kerja sama.

Permainan kooperatif

Permainan kooperatif adalah saat SI Kecil mulai bermain bersama teman-temannya. Dalam permainan ini, anak--anak menggunakan seluruh kemampuan sosial yang sudah dipelajarinya selama ini. Jenis permainan yang dilakukan biasanya menyusun puzzle bersama, atau bermain board game, beraktivitas luar ruangan, dan lain-lain.

Permainan kompetitif

Dalam permainan kompetitif, Si Kecil akan ‘beradu’ dengan orang lain, entah itu secara individu maupun tim. Si Kecil akan belajar mengenai adanya peraturan permainan, saling bergiliran, berperan sebagai anggota tim, dan menang-kalah. Dari permainan kompetitif, anak juga akan belajar mengontrol emosi, sportivitas, dan menghadapi perasaan saat kalah.

Permainan konstruktif

Permainan konstruktif seperti balok, magnet, lego, atau membangun benteng-bentengan di kamar dengan benda-benda yang ada di rumah sangat bermanfaat bagi pekembangan kognitif serta motorik Si Kecil. Dari permainan ini, dia akan belajar soal manipulasi, pembangunan, dan mencocok-cocokkan, serta trial and error.

Selain itu, ada banyak lagi jenis permainan anak usia dini  seperti bermain drama, permainan fisik, dan permainan simbolik. Setiap jenis permainan yang dimainkan berdampak positif dan dapat mengasah kemampuannya.

Baca Juga: Jenis-jenis Permainan Edukatif Anak Sesuai Usia

Mengasah kemampuan anak dengan permainan edukatif

Mam, bermain berbagai jenis permainan anak usia dini  ternyata memang mengasyikkan. Apalagi jika kebahagiaan itu diikuti dengan didapatnya manfaat dan Si Kecil dapat mengasah kemampuannya. Untuk itu, pastikan jika Mam memberi Si Kecil mainan yang tepat dan edukatif. Contoh mainan edukatif untuk mengasah kemampuan anak seperti:

Puzzle

Bermain puzzle adalah cara yang menyenangkan untuk bermain sambil belajar dengan anak-anak. Mainkan puzzle dengan tingkat kesulitan sesuai dengan usianya. Dengan bermain puzzle, Si Kecil dapat mengembangkan kekuatan otot kecil pada jemari mereka, koordinasi mata-tangan, kemampuan memecahkan masalah, serta ketekunan.

Bermain musik

Bermain musik membantu tubuh dan otak bekerja sama, merangsang kemampuan berpikir dan berkespresi, meningkatkan kreativitas, sosialisasi, dan membangun kepercayaan diri. Bermain atau menciptakan musik meningkatan plastisitas atau kemampuan otak untuk membuka jalan baru akibat adanya pengalaman yang dilalui seseorang, atau belajar melalui pengaruh-pengaruh dari suara, sensasi, gerakan, dan perhatian. Musik juga meningkatkan hubungan sel otak, meningkatkan kemampuan berbahasa serta perkembangan kognitif dan sosial.

Origami

Origami atau seni melipat kertas dari Jepang merupakan permainan edukatif yang sudah dimainkan sejak dahulu kala. Dari origami, Si Kecil bisa belajar soal konsep geometri, kemampuan berpikir, memecahkan masalah, konsep fisika dan ilmu pasti lainnya.

Petak umpet

Petak umpet mengajarkan Si Kecil kemampuan memecahkan masalah dengan cara mencari tempat yang tepat untuk bersembunyi atau mencari di mana orang bersembunyi. Mereka juga akan belajar soal konsep volume dengan cara mencari tempat bersembunyi yang cukup untuk mereka masuki meski kecil.

Jadi, permainan apa nih, Mam yang kira-kira seru dan cocok untuk dimainkan Si Kecil? Pastikan sesuai usia dan kemampuannya, ya! Sehingga ketika main, Si Kecil selalu aman, senang, dan mendapatkan manfaat sepenuhnya. 

Agar Si Kecil tetap riang dan bugar saat bermain, kebutuhan nutrisi juga wajib diberikan pada Si Kecil. Dengan demikian, dia mampu lebih jauh menumbuhkan kecerdasan sembari mengeksplorasi hal-hal baru. Untuk itu, Mam bisa memberikan Si Kecil S-26 Procal Ultima.

Dibuat menggunakan susu skim dari sapi A2, S-26 Procal Ultima Multicare System dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi anak usia 1-3 tahun.  S-26 Procal Ultima Multicare System mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan Si Kecil termasuk Zat Besi, Omega 3 & 6, Selenium, Protein, Vitamin D serta vitamin dan mineral lainnya. S-26 Procal Ultima Multicare System tersedia dalam kemasan Can Top 850 gram.
 

Source: 

verywellfamily.com/types-of-play-2764587
earlychildhood.qld.gov.au/early-years/activities-and-resources/resources-parents/read-and-count/learning-with-puzzles 
whattoexpect.com/first-year/playtime/music-baby-development/ 
edutopia.org/blog/why-origami-improves-students-skills-ainissa-ramirez 
childdevelopmentinfo.com/child-activities/why-playing-hide-and-seek-is-good-for-your-child/ 

Wyeth milestone content listing for article

Average Rating
Average: 5 (1 vote)

Berikan Rating

Please login to leave us a comment.

Login