Nutrisi untuk Persiapan Kehamilan agar Tetap Sehat dan Aktif
Ditulis Oleh : Tim Penulis
Ditinjau Oleh Chairunita M.Si
Saat merencanakan dan persiapan kehamilan, sudah seharusnya Mam mulai menerapkan gaya hidup sehat. Program hamil (promil) adalah rangkaian persiapan yang dilakukan pasangan untuk meningkatkan peluang terjadinya kehamilan secara optimal. Salah satu langkah penting dalam promil adalah memilih makanan persiapan kehamilan yang aman dan bernutrisi agar tubuh siap menyambut kehamilan.
Modal utama dalam persiapan sebelum hamil adalah pemberian nutrisi cukup bagi calon ibu hamil. Pemberian nutrisi yang tepat untuk Mam akan membuat kehamilan dan tumbuh kembang si Kecil berjalan baik dalam kandungan. Kehamilan yang sehat dimulai dari diet yang sehat.
Kenapa sih, memperhatikan makanan persiapan kehamilan begitu penting? Dalam sebuah kehamilan, minggu pertama akan terjadi pertumbuhan organ vital pada bayi.
Mam harus dapat mendukung pemenuhan nutrisi saat fase tersebut. Bayangkan kalau Mam mengonsumsi makanan sembarangan. Kan, kasihan si Kecil dalam kandungan kalau nutrisinya kurang.
Sebelum memulai program hamil (promil), tidak ada salahnya Mam melakukan cek kesehatan sebelum promil. Lalu, apa saja makanan dan nutrisi penting yang harus Mam konsumsi? Berikut makanan persiapan kehamilan yang penting dan aman untuk Mam konsumsi sebagai salah satu cara meningkatkan kesuburan!
Nutrisi Utama yang Wajib Dipenuhi
Cara terbaik bagi Mam untuk mendapatkan ekstra nutrisi adalah mengonsumsi berbagai makanan sehat setiap hari dengan gizi seimbang. Berikut beberapa nutrisi yang wajib dipenuhi sejak masa prakonsepsi:
Minum vitamin dan zat bernutrisi lain sesuai dosis
Cara terbaik bagi Mam untuk mendapatkan ekstra nutrisi adalah mengonsumsi berbagai makanan sehat setiap hari. Suplemen mineral dan vitamin selama hamil sangat direkomendasikan.
Ini karena Mam membutuhkan asam folat dan zat besi ekstra selama masa kehamilan. Mam cukup makan dengan porsi secukupnya. Namun, pastikan Mam mengonsumsi variasi asupan yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak.
Saat hamil Mam membutuhkan vitamin A, vitamin B12, vitamin C, vitamin D, dan vitamin K. Selain itu, Mam perlu asupan dengan kandungan mineral (Kalsium, Kromium, Tembaga, Flouride, Yodium, Besi, Magnesium, Mangan, Molibdenum, Selenium, Seng dan Fosfor), Asam Lemak (ALA-alpha linoleic acid, ARA -asam arakidonat dan DHA-asam docosahexaenoic), Karbohidrat, dan Protein.
Konsumsi Ikan dan kerang-kerangan
Beberapa jenis ikan tertentu yang masa hidupnya cukup panjang biasanya mengandung merkuri tinggi. Ini sangat berbahaya bagi perkembangan si Kecil dalam kandungan. Mam sebaiknya menghindari makan ikan hiu, ikan todak, king mackerel, dan tilefish.
Beberapa ikan kecil dengan kadar merkuri rendah aman untuk Mam konsumsi saat hamil; contohnya udang, salmon, gurame, dan lele.
Baca Juga : Rekomendasi Makanan Bergizi untuk Ibu Hamil untuk Mams dan Janin
Mengurangi minuman berkafein (kopi, teh, soda, dll)
Mengonsumsi kafein berlebih akan menyebabkan gangguan tidur, mual, pusing, dan meningkatkan urinasi-yang bisa menyebabkan dehidrasi. Jadi, saat persiapan kehamilan lebih baik dikurangi porsinya.
Cobalah beralih untuk lebih sering minum air putih, susu rendah lemak dan 100% jus buah setiap hari 8-12 gelas sehari.
Hindari Alkohol (bir, anggur, dan spirit)
Saat persiapan kehamilan, Moms harus tahu bahwa apa pun yang dimakan dan diminum Mam akan diserap oleh si Kecil dalam kandungan.
Meminum alkohol dalam jumlah berapa pun dan kapan pun selama masa kehamilan akan meningkatkan risiko keguguran, lahir prematur, keterbelakangan mental, sindrom alkohol janin, dan catat lahir lainnya.
Tidak ada jumlah alkohol tertentu yang terbukti aman bagi janin. Karena itu, sangat bijak jika Mam tidak mengonsumsi alkohol selama kehamilan hingga si Kecil lahir.
5 Cara Cepat Hamil Secara Alami
Agar bisa hamil secara alami, berikut beberapa cara yang perlu dipahami:
1. Mengetahui masa subur
Peluang kehamilan dapat meningkat jika Mam memahami siklus menstruasi dan mengetahui waktu ovulasi. Masa subur biasanya terjadi beberapa hari sebelum ovulasi hingga satu hari setelahnya.
Ketika mengetahui siklus haid dan tanda ovulasi, Mam bisa mengetahui waktu terbaik untuk berhubungan seksual agar peluang pembuahan lebih optimal.
2. Menjaga pola makan
Pola makan sangat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi dan kesuburan. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, zat besi, asam folat, vitamin, mineral, dan lemak sehat dapat membantu menjaga keseimbangan hormon serta mempersiapkan tubuh menghadapi kehamilan. Sebaliknya, pola makan yang kurang sehat dapat memengaruhi kualitas sel telur dan kesehatan reproduksi secara keseluruhan.
3. Mengonsumsi asam folat
Asam folat merupakan salah satu nutrisi penting yang dianjurkan sejak masa promil. Nutrisi ini membantu mendukung proses pembentukan sel dan mempersiapkan tubuh untuk kehamilan.
Selain membantu meningkatkan peluang hamil, asam folat juga penting untuk membantu pembentukan otak dan saraf janin sejak awal kehamilan sehingga kebutuhan hariannya perlu dipenuhi secara rutin.
4. Menjaga berat badan ideal
Berat badan yang terlalu rendah maupun berlebih dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan mengganggu proses ovulasi. Menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik yang cukup dapat membantu siklus menstruasi menjadi lebih teratur sehingga peluang kehamilan juga meningkat.
5. Menerapkan gaya hidup sehat
Selain menjaga pola makan, penerapan gaya hidup sehat juga penting dalam persiapan sebelum hamil. Tidur cukup, rutin berolahraga, mengelola stres, serta menghindari rokok dan alkohol dapat membantu menjaga kesehatan reproduksi dan meningkatkan kualitas kesuburan.
Beberapa kondisi seperti PCOS juga diketahui dapat dipengaruhi oleh pola hidup yang kurang sehat, sehingga perubahan gaya hidup dapat membantu mendukung program kehamilan secara alami.
Baca Juga : Vitamin yang Bagus untuk Ibu Hamil
Cara Menghitung Masa Subur
Cara paling mudah menghitung masa subur wanita adalah dengan memantau siklus menstruasi dan memperkirakan waktu ovulasi. Umumnya, ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum hari pertama menstruasi berikutnya, meski waktunya bisa berbeda pada setiap wanita tergantung panjang siklus haid masing-masing.
Untuk mempermudah pemantauan, Mam dapat menggunakan kalender menstruasi atau aplikasi pelacak siklus agar perkiraan masa subur dan waktu ovulasi lebih mudah diketahui.
Demikianlah informasi tentang cara program hamil. Jangan lupa untuk gabung S-26 ParenTeam yang hadir sebagai partner terpercaya bagi Mams dan Paps dalam setiap langkah perjalanan tumbuh kembang si Kecil. Lebih dari sekadar platform parenting, S-26 ParenTeam adalah ruang dukungan berbasis keahlian dari Wyeth Nutrition, yang memadukan informasi nutrisi terpercaya, wawasan parenting, serta exceptional tools untuk membantu memantau pertumbuhan dan proses belajar anak secara menyeluruh.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
1. Cara menghitung masa subur paling mudah bagaimana?
Cara paling mudah menghitung masa subur wanita adalah menggunakan metode kalender, tetapi perlu dilakukan dengan langkah yang jelas, bukan sekadar mengira-ngira hari ovulasi. Pertama, catat siklus menstruasi selama beberapa bulan (minimal 6 siklus). Lalu, tentukan hari pertama haid sebagai hari ke 1. Setelah itu, perkirakan waktu ovulasi dengan rumus sederhana: ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi berikutnya, bukan 14 hari setelah haid dimulai. Dari sini, masa subur dapat dihitung sebagai rentang 5 hari sebelum ovulasi hingga hari ovulasi (±6 hari total). Hal ini terjadi karena sel sperma dapat bertahan di dalam tubuh hingga 3-5 hari, sedangkan sel telur hanya hidup sekitar 12-24 jam setelah dilepaskan.
2. Makanan apa yang baik untuk program kehamilan ?
Makanan yang baik untuk program kehamilan adalah makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, zat besi, asam folat, vitamin, mineral, serta lemak sehat.
3. Vitamin apa yang baik untuk program kehamilan ?
Beberapa vitamin yang penting dipenuhi selama program kehamilan antara lain asam folat, vitamin A, vitamin B12, vitamin C, vitamin D, dan vitamin K.
Referensi
- Perez Capotosto M. (2021). An Integrative Review of Fertility Knowledge and Fertility-Awareness Practices Among Women Trying to Conceive. Nursing for women's health, 25(3), 198–206. https://doi.org/10.1016/j.nwh.2021.04.001
- Alesi, S. (2023). Assessing the influence of preconception diet on female fertility: a systematic scoping review of observational studies. Human Reproduction Update. https://doi.org/10.1093/humupd/dmad018
- Abdullah, M. R. T., Suryoadji, K. A., Fakhri, A., & Hestiantoro, A. (2025). The impact of micronutrient supplementation on the outcome of In Vitro Fertilization: A comprehensive systematic review of current studies. Majalah Obstetri & Ginekologi, 33(1), 65–73. https://doi.org/10.20473/mog.V33I12025.65-73
- Causal relationship between fertility nutrients supplementation and PCOS risk: a Mendelian randomization study. (2024). Front. Endocrinol. https://doi.org/10.3389/fendo.2024.1420004
Produk wyeth nutrition