Yang Perlu Mam Ketahui Soal Motorik Kasar dan Motorik Halus dalam Perkembangan Bayi

Yang Perlu Mam Ketahui Soal Motorik Kasar dan Motorik Halus dalam Perkembangan Bayi

1000 hari pertama kehidupan si Kecil adalah masa dimana proses tumbuh kembang anak berjalan dengan sangat pesat

Waktu membaca: 5 menit
Penting bagi Mam memanfaatkan masa ini untuk memberi dukungan agar kehebatan Akal, Fisik, dan Sosial si Kecil berkembang dan bersinergi dengan baik.

Mam, 1000 hari pertama kehidupan si Kecil adalah masa dimana proses tumbuh kembang anak berjalan dengan sangat pesat. Penting bagi Mam untuk memanfaatkan masa ini untuk memberi dukungan agar kehebatan Akal, Fisik, dan Sosial si Kecil berkembang dan bersinergi dengan baik.
 
Nah, kehebatan fisik si Kecil mencakup keterampilan motorik kasar dan keterampilan motorik halus. Dalam masa perkembangan bayi, masing-masing jenis keterampilan ini membutuhkan stimulasi yang berbeda pula. Agar dapat memberikan stimulasi yang sesuai, yuk ketahui lebih jauh mengenai keterampilan motorik kasar dan keterampilan motorik halus dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. 

  • Apa yang dimaksud dengan motorik kasar? Keterampilan motorik kasar adalah gerakan yang melibatkan otot besar seperti tangan, kaki, pinggul. Kebanyakan hal yang dilakukan dalam kegiatan sehari-hari akan melibatkan keterampilan motorik kasar. Misalnya berdiri, berjalan, berlari, melempar, menendang, melompat, naik tangga, merangkak, duduk, dan lain sebagainya. Motorik kasar juga meliputi keseimbangan, koordinasi, dan kekuatan tubuh.
  • Mengapa keterampilan motorik kasar penting dalam perkembangan bayi? Menguasai keterampilan motorik halus akan memungkinkan si Kecil untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Bermain di taman bermain, berenang, makan, bersepeda, naik tangga, naik ke tempat tidur, merapihkan mainan dan aktivitas sehari-hari lainnya membutuhkan gerak motorik kasar. Walaupun ada juga aktivitas yang akan melibatkan motorik kasar dan halus sekaligus. Keterampilan motorik kasar juga penting karena dibutuhkan untuk mendukung kerja motorik halus anak. Misalnya, untuk dapat menulis dengan baik, yang merupakan keterampilan motorik halus, si Kecil harus mampu duduk dengan posisi yang baik.
  • Keterampilan motorik kasar dalam tumbuh kembang anak Dalam perkembangan bayi, di masa awal sejak kelahirannya, otak si Kecil belum cukup matang untuk dapat mengontrol gerak tubuhnya. Perkembangan bayi dalam hal herak motorik berawal dari kepala baru kemudian turun terus ke bagian tubuh lainnya. Makanya, dalam masa perkembangan bayi, si Kecil akan mampu mengontrol lehernya untuk mengangkat kepala, baru kemudian pundaknya, diikuti dengan punggung, lengan, tangan dan seterusnya sampai kaki.
  • Apa yang dimaksud dengan motorik halus? Keterampilan motorik halus adalah gerakan yang melibatkan kerja otot kecil pada tangan si Kecil. Misalnya adalah ketika si Kecil menggunting, menulis, menggambar, memasang kancing baju, mengikat tali sepatu, menyusun balok, menjumput dengan jemarinya, dan lain sebagainya. Tingkat keterampilan motorik halus si Kecil akan terlihat dari hasil akhir aktivitas yang dilakukan dan kecepatan si Kecil dapat melakukan aktivitas tersebut.
  • Mengapa keterampilan motorik halus penting dalam perkembangan bayi? Keterampilan motorik halus diperlukan si Kecil untuk dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti berpakaian dan makan. Selain itu, banyak aktivitas di sekolah nantinya yang akan membutuhkan kerja motorik halus si Kecil. Misalnya menggambar, mewarnai, menulis, menggunting, menempel dan lain sebagainya.
  • Keterampilan motorik halus dalam tumbuh kembang anak Di dalam perkembangan bayi, si Kecil akan terlebih dahulu menguasai keterampilan motorik kasar baru kemudian diikuti motorik halus. Sebagai contoh, si Kecil akan bisa mengontrol gerak lengannya, kemudian gerak tangannya yang kemudian baru diikuti kemampuan mengontrol jemarinya.
  • Stimulasi apa yang tepat untuk perkembangan motorik kasar dan motorik halus? Stimulasi yang dapat Mam berikan pada si Kecil untuk mendukung perkembangan bayi dalam hal motorik kasar maupun halus perlu disesuaikan dengan usia dan tahap tumbuh kembang anak. Misalnya, Mam dapat menstimulasi si Kecil yang sudah bisa mengangkat kepalanya dengan meletakkan mainan di depannya agar ia berusaha meraihnya. Dalam hal motorik halus contoh stimulasi yang dapat diberikan adalah menumpuk balok atau memasang puzzle.

Mam, manfaatkan 1000 hari pertama kehidupan si Kecil untuk memberikan stimulasi yang tepat dan rutin dalam hal perkembangan motorik si Kecil. 
 

Yuk Cari Inspirasi Hebat Lainnya

Average Rating
Average: 4 (1 vote)
Berikan Rating

Please login to leave us a comment.

Login