Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini-banner.jpg

Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini yang Dapat Dilakukan

Dengarkan Artikel
Waktu membaca: 6 menit

Setiap anak dilahirkan dengan kemampuan dasar. Kemampuan dasar ini sering kali diartikan sebagai potensi kecerdasan, sesuatu yang menyertai setiap anak saat dilahirkan, dapat diukur, dan merupakan sebuah kapasitas yang susah diubah.
 
Di tahun 1983, seorang psikolog dari Universitas Harvard, Howard Gardner melalui bukunya “Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences” mengurai metode pengembangan perilaku dan kemampuan dasar anak usia dini yang disebut Theory of Multiple Intelligences. Menurut teori tersebut, terdapat delapan hingga sembilan jenis kecerdasan.
 
Melalui teori ini, Gardner menyebutkan bahwa kecerdasan manusia tidak terbatas pada kecerdasan intelektual semata, tapi juga ada yang lainnya. Kecerdasan yang beragam ini berarti tidak setiap manusia dilahirkan dengan kecerdasan yang sama. Ada satu hal yang menonjol ketimbang yang lainnya.
 
Makanya, wajar bila si Kecil memiliki kemampuan dasar yang berbeda dan tidak selalu sama kuat dengan yang lainnya.

Kemampuan dasar anak usia dini

Kemampuan dasar menurut Gardner adalah:
 

  1. Kecerdasan verbal-linguistik
    Kemampuan verbal yang baik serta sensitif terhadap suara, arti, dan ritme kata-kata
  2. Kecerdasan matematika-logika
    Kemampuan untuk berpikir konseptual dan abstrak serta memiliki kapasitas untuk menjabarkan pola logis atau numerik
  3. Kecerdasan musikal
    Kemampuan untuk menciptakan ritme, nada, dan timbre
  4. Kecerdasan visual-spasial
    Kapasitas untuk memvisualisasikan pikiran dengan akurat secara abstrak
  5. Kecerdasan kinestetis
    Kemampuan untuk mengontrol gerakan tubuh dan memegang benda dengan baik
  6. Kecerdasan interpersonal
    Kemampuan untuk mendeteksi dan merespons mood, motivasi, serta hsrat orang lain dengan baik
  7. Kecerdasan intrapersonal
    Kemampuan self-awareness yang baik disertai dengan kemampuannya menyesuaikan dengan perasaan, nilai, kepercayaan, serta proses berpikir
  8. Kecerdasan naturalis
    Kemampuan untuk mengenali tanaman, hewan, dan berbagai benda yang ditemukan di alam bebas
  9. Kecerdasan eksistensial
    Kemampuan untuk menjawab dan berbicara mengenai pertanyaan-pertanyaan mendalam mengenai keberadaan manusia, arti hidup, kenapa kita mati, dan bagaimana seseorang lahir dan muncul di bumi

 
Kecerdasan-kecerdasan berbeda ini bisa jadi referensi bagi orang tua untuk menerapkan berbagai metode pengembangan perilaku dan kemampuan dasar anak usia dini. Apalagi Mam pasti memahami jika Si Kecil memiliki kemampuan, minat, kegemaran, dan hal yang tidak disukai yang unik dan berbeda dari yang lainnya, bahkan pada anak kembar sekalipun.
 
Baca Juga: 5 Pertanyaan Belajar Seputar Huruf
 
Metode pengembangan perilaku dan kemampuan dasar anak usia dini<H2>
Untuk itu, ada beberapa metode pengembangan perilaku dan kemampuan dasar anak usia dini yang dapat Mam lakukan di rumah:

  • Habiskan banyak waktu dengan si Kecil untuk memahami hal apa yang dia suka. Cukup beraktivitas seperti biasa seperti makan bersama atau bermain games. Dari sana Mam akan melihat preferensi yang dia miliki sekaligus hal-hal apa yang dia minati dan tidak dia sukai.
  • Beri apresiasi lebih untuk kemampuan si Kecil daripada menyorot hal-hal yang tidak dapat dia lakukan. Seringkali orang tua menyorot hal-hal yang tidak bisa lakukan. Padahal mengapresiasi hal yang dia kuasai akan membuatnya bangga dan semangat untuk mengembangkan potensi yang jadi kekuatannya tersebut. Dengan memahami kemampuan dasar, maka si Kecil dapat lebih diarahkan untuk mengembangkan kecerdasannya.
  • Ajarkan si Kecil dengan cara yang berbeda. Jika dia susah menulis di atas kertas, tingkatkan rasa percaya dirinya melalui cara lain yang dia kuasai seperti menggambar, atau menceritakan secara lisan, atau bahkan mendendangkannya jika dia menyukai musik.
  • Atur ekspektasinya, ya, Mam. Belakangan ini, anak-anak diharapkan bisa baca atau memiliki kemampuan matematika di usia yang semakin muda. Nah, tidak berarti dia harus menguasai semua dengan cepat. Setiap anak tumbuh dan berkembang dengan kecepatannya sendiri. Jika memang tidak ada tanda masalah belajar, biarkan dia berkembang sendiri.
  • Pahami bahwa kecerdasan hanya potret sesaat. Tidak seperti kecerdasan secara umum yang dapat diukur dengan IQ, kemampuan dasar anak-anak bisa saja berubah seiring dengan berjalannya waktu. Untuk itu, Mam dapat mengajak si Kecil untuk melakukan berbagai aktivitas dan pengalaman berbeda sehingga dia dapat belajar banyak hal baru. Siapa tahu dia memiliki potensi dasar yang belum tersentuh.

 
Banyak jalan bagi anak hebat untuk menuju kecerdasan maksimal. Salah satunya adalah dengan cara mengembangkan perilaku dan kemampuan dasar.
 
Selain itu, jangan sampai Mam melewatkan kebutuhan nutrisi harian si Kecil. Kecukupan nutrisi sangat berkaitan dengan tumbuh kembang dan kecerdasan anak.
 
S-26 Procal Gold merupakan susu pertumbuhan yang diformulasikan oleh Wyeth Nutrition Expert untuk mendukung proses belajar progresif anak dengan usia 1-3 tahun. S-26 Procal Gold mengandung  Protein, Kalsium Vitamin D, & Fosfor, Alfa Laktabumin, Serat Pangan Oligofruktosa, Vitamin C, Selenium, Zinc, serta Vitamin B Kompleks . 
 
S-26 Procal Gold tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 400 gr, 900 gr, dan 1600 gr. Dapatkan S-26 Procal Gold dari toko-toko terdekat baik secara online maupun offline. 

 

Source :

aussiechildcarenetwork.com.au/articles/child-development/howard-gardner-multiple-intelligence#
verywellfamily.com/what-are-multiple-intelligences-4002039
 

Yuk Cari Inspirasi Hebat Lainnya

Average Rating
Average: 5 (1 vote)

Berikan Rating

Please login to leave us a comment.

Login