Kolin, Nutrisi Penting untuk Perkembangan Kognitif Anak

Sebagai ibu Mam pasti mengetahui bahwa nutrisi makanan yang dikonsumsi selama kehamilan memberikan manfaat bagi Anda maupun bayi. Beberapa penelitian menyatakan bahwa ada salah satu nutrisi yang penting selama kehamilan, yaitu kolin. Karenanya, ibu hamil perlu mendapatkan asupan kolin yang cukup selama kehamilan untuk membantu memberi nutrisi otak anak. Mau tau lebih banyak mengenai kolin? Simak penjelasannya di bawah ini ya, Mam.

Mengapa kolin penting bagi perkembangan kognitif?
Kolin, sebagai nutrisi anak, sangat penting untuk mendukung perkembangan kognitif. Hal ini disebabkan karena kolin membantu pembentukan membran sel dan asetilkolin, yaitu neurotransmitter yang mengoordinasikan pesan dalam sistem saraf dan otak. Hal ini penting selain untuk perkembangan memori juga untuk kontrol otot. Pada beberapa penelitian, disebutkan bahwa konsumsi makanan yang mengandung kolin dapat membantu fungsi kognitif yang lebih baik. Penelitian oleh American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa kolin dapat meningkatkan fungsi kognitif nak.

Apa akibatnya jika kekurangan kolin?
Kekurangan kolin dapat menyebabkan penyakit hati, aterosklerosis, dan gangguan neurologis. 

Bagaimana si Kecil bisa mendapat asupan kolin?
Selama masih di dalam kandungan Mam, si Kecil mendapat asupan kolin dari makanan yang Mam konsumsi. Kebutuhan kolin perhari untuk ibu hamil adalah sekitar 450mg. Untuk memenuhinya, Mam dapat mengonsumsi lebih banyak kuning telur, daging merah, ikan, dan daging ayam. 

Setelah bayi lahir ibu dapat segera memberikan ASI untuk memastikan kebutuhan nutrisi bayi tercukupi. Air Susu Ibu (ASI) secara alami sudah memiliki berbagai nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan bayi. ASI juga mengandung kolin yang memadai bagi bayi. Namun demikian, perlu diingat bahwa kandungan kolin dan nutrisi lain pada ASI sangat tegantung dengan makanan yang dikonsumsi oleh ibu. 

Ketika bayi sudah mulai makan ibu perlu ingat bahwa pemberian nutrisi makanan yang baik tetap perlu diberikan untuk membantu perkembangan bayi. Selain makanan dan minuman yang mengandung vitamin dan mineral, makanan yang mengandung kolin tinggi juga penting untuk nutrisi otak.

Bahan pangan apa yang bisa jadi sumber kolin bagi anak?
Telur adalah makanan yang mengandung kolin sangat tinggi. Sebuah penelitian yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa bayi yang berusia 6 bulan atau lebih yang memakan satu butir telur sehari memiliki konsentrasi kolin dan asam docosahexaenoic (DHA) dalam darah yang lebih tinggi. Telur juga mengandung asam lemak omega-3 yang merupakan komponen struktural otak dan sangat penting untuk pertumbuhan dan fungsi otak.

Selain telur, ada jenis makanan lain yang juga mengandung kolin. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa makanan yang bersumber dari hewan seperti susu, daging sapi, ikan, dan ayam memiliki kandungan kolin yang lebih tinggi. Sementara sayur-sayuran atau kacang-kacangan memiliki kandungan kolin yang lebih sedikit. 

Mam, jangan lupa untuk selalu berkonsultasi ke dokter anak atau ahli gizi untuk rekomendasi nutrisi penting untuk perkembangan otak anak dan pastikan anak selalu mendapat asupan gizi seimbang melalui sumber pangan yang bervariasi, ya.

Sumber:
https://journals.lww.com/nutritiontodayonline/Fulltext/2018/11000/Choline__The_Underconsumed_and_Underappreciated.4.aspx
https://www.bcchr.ca/research/stories/we-have-lot-learn-about-choline-study-shows-toddlers-may-not-be-getting-enough
https://health.usnews.com/wellness/food/articles/2017-09-08/5-nutrients-to-improve-your-kids-brain-health
https://www.healthline.com/nutrition/what-is-choline#deficiency

This article was helpful for 0 moms.


Smart Strength Finder

Merupakan tool bagi orangtua untuk mengetahui kepintaran si Kecil. Hasil tes Smart Strength Finder akan membantu orangtua dalam memberikan stimulasi tepat sesuai dengan kepintaran si Kecil.

Lihat selengkapnya