Kenali 4 Pola Asuh Anak Usia Dini dan Dampaknya Berikut Ini-thum.jpg

Kenali 4 Pola Asuh Anak Usia Dini dan Dampaknya Berikut Ini

Dengarkan Artikel
Waktu membaca: 6 menit

Di masa pertumbuhan, lingkungan terdekat anak-anak menjadi aspek yang sangat mempengaruhi dan memberikan dampak yang sangat besar pada pertumbuhan Si Kecil. Lingkungan terdekat anak-anak juga memberi pengaruh terhadap pemenuhan minat serta bakat Si Kecil agar dia tumbuh kembang dengan baik. Salah satu aspek yang berperan besar adalah pola asuh yang diterapkan oleh Mam dan Pap maupun yang bertanggung jawab untuk mengasuhnya. 

Pola asuh anak usia dini sendiri menurut psikolog perkembangan Diana Baumrind serta peneliti dari Universitas Stanford Eleanor Maccoby dan John Martin menetapkan empat jenis pola asuh anak. Masing-masing pola asuh tersebut memiliki pendekatan yang berbeda dalam mendidik anak sekaligus memberikan efek yang unik terhadap perilaku serta pertumbuhan anak. Pola asuh berikut dapat diidentifikasi melalui karakteristik berbeda hingga cara pengaruh merespon terhadap kebutuhan anak serta hal-hal yang dituntut dari anak.

4 Pola Asuh Anak Usia Dini 

Mam, berikut adalah empat jenis pola asuh anak usia dini:

1. Pola asuh otoriter

Pola asuh otoriter merupakan pola asuh yang mengajarkan bahwa anak-anak harus selalu tunduk pada apa yang dikatakan tanpa pengecualian. Di sini, anak-anak tidak diberi kesempatan untuk mengungkapkan perasaan apalagi dipertimbangkan perasaannya, terlebih jika dia mempertanyakan alasan di balik peraturan yang dibuat. 

Karena otoriter, pengasuh juga tidak mengizinkan Si Kecil untuk memecahkan masalah atau rintangan yang ada. Alih-alih, terdapat peraturan tegas di mana akan ada konsekuensi yang didapat jika Si Kecil melanggarnya. Pengasuh otoriter biasanya memberikan hukuman daripada disiplin sehingga anak-anak biasanya merasa bersalah ketimbang belajar menentukan pilihan lain. 
Meski pola asuh ini mengajarkan Si Kecil untuk patuh, namun pola asuh ini berisiko menjadikan anak memiliki masalah kepercayaan diri karena merasa tidak pernah dihargai. Selain itu, anak-anak juga cenderung menjadi pribadi yang agresif atau kasar karena memendam amarah terhadap orang tua yang otoriter. 

2. Pola asuh pengabaian

Seperti namanya, pola asuh pengabaian memiliki karakteristik mengabaikan anak-anak. Orang tua biasanya tidak terlibat atau tidak tahu apa yang dilakukan anak-anak dan tidak banyak aturan. Imbasnya, anak-anak cenderung tidak terarah, tidak menerima asuhan, dan kekurangan perhatian orang tua. 

Karena diabaikan, anak-anak diharapkan untuk tumbuh dengan sendirinya secara alami. Orang tua dengan pola asuh pengabaian tidak selalu berniat mengabaikan. Biasanya ada hal lain yang menyebabkan hal itu terjadi, seperti mengalami masalah kesehatan mental, atau penyalahgunaan obat-obatan, hingga masaah ekonomi yang menuntut orang tua untuk bekerja dan disibukkan oleh hal lain. Dengan demikian mereka tidak mengetahui apapun soal pertumbuhan Si Kecil.

Dampak dari pola asuh pengabaian pada anak antara lain kepercayaan diri yang rendah, prestasi akademik yang buruk, tidak bahagia, serta memiliki berbagai masalah perilaku.

Baca Juga: Dukung Si Kecil Pecaya Diri Mengatakan Aku Anak Pintar

3. Pola asuh permisif

Orang tua dengan pola asuh permisif cenderung toleran dan lunak meskipun telah menetapkan berbagai aturan. Sering kali, orang tua permisif hanya bertindak jika terjadi masalah serius dan memaklumi anak-anak hanya karena anak-anak. Karena permisif, orang tua mudah luluh terutama jika anak meminta sesuatu meski sebenarnya ada aturan yang melarang untuk itu. 

Pola asuh anak usia dini ini juga menempatkan orang tua dalam posisi setara sebagai teman daripada orang tua. Keterbukaan menjadi salah satu karakteristik pola asuh permisif tanpa upaya kuat untuk mencegah anak-anak dalam mengambil pilihan atau perilaku buruk. 

Dampak negatif dari pola asuh permisif adalah anak-anak cenderung kesulitan secara akdemik, tidak patuh pada peraturan, tidak percaya diri, sedih, serta berisiko terkena masalah kesehatan jangka panjang karena orang tua permisif terhadap asupan makanan sejak dini.

4. Pola asuh otoritatif

Terdengar mirip dengan otoriter, namun otoritatif memiliki makna yang berbeda dengan otoriter. Meski orang tua otoritatif menerapkan aturan serta konsekuensi, mereka juga mendengarkan dan memvalidasi opini Si Kecil sambil tetap menegaskan bahwa orang tua tetap yang memegang kontrol. Pola asuh ini mencegah terjadinya masalah perilaku sebelum masalah itu muncul. Selain itu, strategi pendisiplinan yang diterapkan juga positif sehingga perilaku anak juga menjadi positif. 

Orang tua dengan pola asuh anak usia dini ini umumnya berupaya untuk menciptakan serta menjaga hubungan positif dengan anak-anak. Karenanya, anak-anak selalu menerima penjelasan atas setiap aturan yang diterapkan.

Oleh sebab itu, menurut penelitian, pola asuh otoritatif ini cenderung membuat anak-anak tumbuh jadi pribadi yang bertanggungjawab dan merasa nyaman menyampaikan opini. Selain itu, mereka juga cenderung bahagia, sukses, pandai mengambil keputusan, serta bisa menimbang risiko dengan baik. 

Dari keempat pola asuh anak usia dini di atas, pola asuh mana yang Mam pernah atau akan terapkan? Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik dan memiliki pertimbangannya masing-masing, ‘kan? Apalagi, pola asuh yang tepat bisa jadi pemicu bagi Si Kecil untuk menjadi unstoppable learner.

Nah, di luar pola asuh yang tepat, yang tak kalah penting adalah asupan nutrisi yang seimbang untuk Si Kecil. Untungnya, S-26 Procal Ultima selalu siap menemani Si Kecil tumbuh. S-26 Procal Ultima merupakan susu pertumbuhan pertama di Indonesia yang menggunakan susu skim dari sapi A2 untuk bantu lengkapi kebutuhan nutrisi anak usia 1-3 tahun.

Segelas S-26 Procal Ultima mengandung tinggi zat besi, selenium, omega 3 & 6, vitamin D dan vitamin serta mineral penting lainnya untuk Si Kecil. Tersedia dalam kemasan Can Top 850 gram, S-26 Procal Ultima Multicare System membantu Mams untuk mendukung bakat serta kreativitas apapun yang dimiliki setiap anak.

Dengan demikian, jika dibiarkan berkembang tanpa henti, mereka bisa menjadi apapun versi terbaik mereka di masa depan.
 

Source:

cnbc.com/2021/06/29/child-psychologist-explains-4-types-of-parenting-and-how-to-tell-which-is-right-for-you.html 
verywellfamily.com/types-of-parenting-styles-1095045 

Wyeth milestone content listing for article

Average Rating
Average: 5 (1 vote)

Berikan Rating

Please login to leave us a comment.

Login