Jika Anak Terlambat Bicara

Jika Si Kecil Terlambat Bicara

Jika sampai umur 2 tahun ia belum mengucapkan satu patah pun, mungkin ia mengalami keterlambatan bicara (delayed) yang disebabkan banyak faktor.

Waktu membaca: 3 menit
Penyebab terlambat bicara dan bahasa adalah faktor genetik, lahir prematur, gangguan fungsi pendengaran seperti infeksi telinga, dan kurangnya stimulasi

Umumnya, anak usia 1 tahun sudah bisa mengucapkan satu kalimat sederhana seperti “Mama” atau “Papa”. Menginjak 18 bulan hingga 2 tahun, ia bisa mengombinasikan 2-3 patah kata. Jika sampai umur 2 tahun ia belum mengucapkan satu patah pun, mungkin ia mengalami keterlambatan bicara (delayed) yang disebabkan banyak faktor. Jangan khawatir, Mam, dengan stimulasi tepat hal ini bisa diatasi. 
 
Penyebab terlambat bicara dan bahasa pada umumnya bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, lahir prematur, gangguan fungsi pendengaran seperti infeksi telinga, dan kurangnya stimulasi. 


Smart Stimulation 


Banyak yang mengira keterlambatan bicara pada anak dianggap sebagai gejala autisme, karena anak lebih banyak menggunakan bahasa isyarat ketimbang bahasa verbal. Pernyataan ini tidak benar karena terdapat perbedaan di antara keduanya. Salah satunya,  autisme sulit diarahkan sedang anak delayed mudah diarahkan dan dikendalikan. 
 Anak-anak yang terlambat berbicara mungkin memiliki masalah terkait bahasa dan mengembangkan kemampuan belajar di sekolah, karena bahasa lisan adalah fondasi untuk semua bidang akademik, termasuk membaca, menulis, dan matematika. 
 
Stimulasi penting untuk merangsang kemampuan bicara ekspresifnya. Mam bisa membantunya dengan memberikan stimulasi berikut agar anak mau mengembangkan kemampuan bicaranya:

  1. Pancing keingintahuannya lewat cerita
    Jangan bosan mengajaknya bicara, membacakan buku cerita menarik, atau bernyanyi bersama. Cerita atau tokoh yang menarik minatnya bisa membuat ia tergerak mencari tahu lebih banyak lagi.
     
  2. Kenalkan dengan benda-benda sekitar
    Ceritakan apa yang terjadi di sekitar lingkungan. Misalnya saat belanja kenalkan ia dengan nama buah-buahan dan benda lainnya. Mam bisa memancingnya dengan menanyakan apa yang ia inginkan. Mungkin ia hanya menunjuk tanpa mengeluarkan kata. Bersabarlah Mam, si Kecil sedang melatih kemampuan komunikasinya. Paling tidak ia mengerti dan memberi respon positif.
     
  3. Luangkan waktu sebanyak mungkin
    Kunci dari komunikasi adalah adanya interaksi, dalam hal ini percakapan. Meski ia belum bisa mengerti apa yang kita ucapkan, namun jangan jadikan itu halangan untuk mengajaknya mengobrol.

  4. Lebih hati-hati saat bicara
    Gunakan kata-kata yang jelas dan mudah dimengerti. Untuk awal, gunakan satu kata dan ucapkan dengan jelas. Misalnya: ucapkan susu, bukan cucu. Jangan berbicara dengan intonasi yang tinggi. Hal itu akan membuat mereka menjadi takut dan enggan belajar bicara.
     
  5. Bangun suasana rumah yang nyaman
    Buat suasana rumah yang tenang dan tidak hiruk pikuk. Jaga agar volume televisi berada di level yang normal.

 
Smart Strength Finder 

Jika tidak ada respon dan Mam khawatir, tidak ada salahnya berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan terapi yang dibutuhkan. 
 

Yuk Cari Inspirasi Hebat Lainnya