Faktor Utama yang Memengaruhi Perkembangan Si Kecil

3 Faktor Utama yang Memengaruhi Perkembangan Si Kecil

perkembangan anak memiliki kecepatan yang berbeda-beda. Dua factor yang mempengaruhi perkembangan, yaitu genetic dan lingkungan

Waktu membaca: 4 menit
perkembangan anak yang satu dengan yang lain memiliki kecepatan yang berbeda

Perkembangan adalah proses kontinu yang dipengaruhi faktor bawaan dan lingkungan (nature & nurture). Perkembangan anak setelah lahir lebih mudah diamati daripada saat masih dalam kandungan.

Mam akan melihat perkembangan anak yang satu dengan yang lain memiliki kecepatan yang berbeda. Meski pola perkembangan pada semua anak umumnya sama, ada sejumlah perbedaan yang bersifat individual yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Mam perlu memahami setiap anak akan mengikuti pola yang dapat diramalkan pada jalur dan kecepatannya sendiri. Pada umur yang sama, setiap anak juga tidak selalu mencapai tingkat perkembangan yang sama.
 
Bisa saja si Kecil baru bisa memahami kalimat-kalimat sederhana saat berusia 2 tahun, sedangkan anak tetangga yang berusia sama sudah memiliki kemampuan tersebut saat berusia 18 bulan. Contoh lain adalah anak kembar identik yang tinggal di lingkungan yang sama pun akan memiliki respons berbeda. Berikut adalah tiga faktor utama yang turut memengaruhi pola perkembangan anak:
 

  1. Faktor genetik
    Faktor genetik merupakan modal dasar dan mempunyai peran utama dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak. Termasuk faktor genetik di antaranya jenis kelamin, ras (suku bangsa), dan faktor bawaan yang sifatnya patologik (penyakit tertentu). Potensi genetik yang baik, bila berinteraksi dengan lingkungan yang positif, akan membuahkan hasil perkembangan yang optimal.
  2. Lingkungan
    Lingkungan tempat tinggal si kecil akan memengaruhi kecepatan dan kualitas tumbuh kembangnya. Contoh lingkungan fisik yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak yaitu:
  • Cuaca
    Cuaca yang ekstrem dan bencana alam dapat berdampak terhadap tumbuh kembang anak. Cuaca yang tidak mendukung dapat berakibat pada berkurangnya persediaan pangan, timbulnya wabah penyakit, dan lain-lain.
  • Sanitasi
    Kebersihan lingkungan turut memengaruhi kualitas kesehatan si kecil. Bila lingkungan tempat tinggal anak kurang higienis atau rentan terhadap polusi, bibit penyakit dapat mudah berkembang. Anak yang sering sakit, misalnya diare, demam berdarah, atau tipus, tentu akan mengalami hambatan dalam tumbuh kembangnya.
  • Rumah tinggal
    Keadaan rumah yang layak, dengan konstruksi bangunan yang tidak membahayakan penghuninya, serta tidak penuh sesak, akan menjamin kesehatan penghuninya.
  • Nutrisi
    Pemberian nutrisi yang memadai, bersama dengan stimulasi, sangatlah penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak si kecil. Salah satu nutrisi, seperti kolin berperan serta dalam proses pembentukan sel saraf otak dan mielinisasi (pematangan selubung saraf). Mam, cari tahu juga jenis-jenis nutrisi yang dibutuhkan si kecil untuk mengoptimalkan kepintarannya 

Ketimbang mengkhawatirkan perbedaan pola perkembangan si kecil dengan anak lain seusianya, lebih baik Mam fokus pada upaya mewujudkan sinergi kepintarannya. Selain itu, Mam juga bisa mendapatkan informasi lain tentang perkembangan anak di situs Parenting Club powered by Wyeth Nutrition.
 

Wyeth milestone content listing for article

Average Rating
Average: 4 (1 vote)
Berikan Rating

Please login to leave us a comment.

Login