Cara Efektif Agar Anak Rajin Belajar menurut Para Ahli

Cara Efektif Agar Anak Rajin Belajar menurut Para Ahli

Waktu membaca: 8 menit

Berbagai cara agar rajin belajar rasanya sudah Mam dan Pap lakukan. Mulai dari mendampingi setiap prosesnya, memfasilitasi dengan berbagai media belajar, menyediakan camilan favorit, hingga menawarkan berbagai mainan jika ia mengerjakan tugasnya.


Lalu kenapa si Kecil masih ogah-ogahan ketika tiba waktunya sekolah atau mengerjakan tugas sekolah? Kemana perginya semangat dan keceriaan seperti saat ia bermain tadi? Ternyata, memberikan reward dan banyak alat belajar belum tentu efektif untuk membuat si Kecil menunjukkan kemajuan tanpa motivasinya sendiri untuk belajar, lho.

Bangun Support-System dan Lingkungan yang Kondusif
Penelitian yang dilakukan oleh D. Cenić, J. Petrović, S. Cenić (2018) menyatakan bahwa lingkungan belajar yang paling efektif adalah ketika tujuan dan target pembelajaran yang ditetapkan oleh kurikulum sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh si Kecil sendiri.

Bagi si Kecil yang sudah lebih besar, mungkin ia sudah paham apa yang menjadi minatnya, apa yang disukainya, dan apa yang harus dilakukannya untuk mendapatkan yang ia inginkan (life goals). Namun bagi yang masih kecil, tentu ia membutuhkan bantuan Mam dan Pap.

Cara terbaik adalah dengan memahami kebutuhan psikologis dan sosio-emosional si Kecil. Selain orang tua, Baker (2006) menyebutkan bahwa sekolah dan guru sangat berkontribusi pada pengalaman intelektual dan sosial-emosional si Kecil. Hubungan yang baik antara guru dan si Kecil, membuat ia merasa lebih dekat dengan kurikulum belajarnya, yang selanjutnya membuat ia suka dengan materi pelajaran dan proses pembelajarannya. Nah Mam, ini adalah aplikasi dari Child Centered Learning, yang merupakan salah satu pilar dari belajar progresif. Di mana Si Kecil bereksplorasi dalam belajarnya dengan support system yang kuat. Jadi dapat Mam bedakan ya dengan kegiatan belajar dahulu yang lebih banyak bergantung dan bersumber dari arahan pengajar saja.
 

Kenali dan Tumbuhkan Motivasi Rajin Belajar
Berbagai penelitian telah menunjukkan adanya pengaruh positif dari motivasi belajar terhadap hasil belajar. Menurut Ambarwati (2018), motivasi dari dalam diri akan menumbuhkan semangat belajar yang tinggi dan membuat si Kecil terlibat interaktif selama proses pembelajaran.

Hal ini dikuatkan oleh Cook, D & Artino, A.R.Jr (2016) yang menyatakan bahwa motivasi intrinsik memang lebih optimal. Artinya, si Kecil akan cenderung terlibat dengan tugas-tugas yang membuatnya dapat memahami pelajaran tersebut, karena ia memang ingin menguasai materinya atau pun keinginannya untuk melakukan lebih baik.

Reward berupa benda seperti makanan atau mainan hanya bersifat sementara. Menurut A.S. Ditta et al (2020), pola motivasi positif sangat penting bagi si Kecil karena akan mempengaruhi proses pembelajaran selanjutnya hingga ia dewasa. Ketika si Kecil merasa tertarik dengan apa yang ia pelajari, itu mendorongnya untuk terus belajar lebih banyak, dan meningkatkan motivasi untuk pembelajaran selanjutnya.
 

Lebih Efektif Belajar Melalui Permainan atau Eksperimen
Bermain adalah dunianya si Kecil. Menjadikan bermain atau eksperimen sebagai cara agar rajin belajar tentu akan lebih menyenangkan baginya. Sebuah studi di Jerman tahun 2014 membuktikan bahwa permainan lebih efektif membantu si Kecil memahami matematika dasar. Belajar matematika bukan hanya tentang keterampilan dalam angka, namun si Kecil juga belajar tentang visual-spasial, kinestetik, temporal, dan verbal-auditori.
Penelitian yang diterbitkan oleh European Early Childhood Education pun menyebutkan bahwa hasil belajar melalui permainan menunjukkan angka lebih tinggi. Bentuk permainan harus tampil nyata, ada objek 2 atau 3 dimensi yang dapat dilihat atau dipegang.
Saat bermain, si Kecil akan belajar begitu banyak aspek: alur permainan dan peran dirinya, aturan di dalam permainan dan bagaimana ia menghadapi setiap tantangannya, dan interaksi dengan pemain lain atau situasi di sekitarnya.
 

Cara Agar Rajin Belajar Selama Sekolah dari Rumah
Di tengah keterbatasan saat harus bersekolah dari rumah, orang tua dan sekolah harus bekerjasama membangun strategi untuk tetap menjaga motivasi belajar si Kecil dan mengaktifkan potensi kreatifnya.

Menurut Popeska (2020) ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan: ciptakan lingkungan belajar yang terorganisir, berikan aktivitas atau konten yang merangsang minat, pastikan bahwa tugas belajar harus menjadi tantangan (tidak terlalu mudah, atau terlalu berat, tetapi layak untuk dipecahkan), lalu bantu si Kecil memahami tujuan belajarnya dengan menetapkan tujuan yang jelas, spesifik dan dapat dicapai; serta memperjelas hubungan antara pembelajaran saat ini dan kehidupan di masa depan.

Source:
Ambarwati, W. 2018. Influence of Parents Attention, Emotional Intelligence and Learning Motivation to Learning Outcomes. Journal of Education, Teaching and Learning, Volume 3 Number 1 March 2018. Page 72-81. 
D. Cenić, J. Petrović, S. Cenić. 2018. The Most Important Motivation Factors For Knowledge Acquisition And Successful Learning. Series: Teaching, Learning and Teacher Education, Vol. 2, No 2, 2018, pp. 149 - 159
Cook, D & Artino, A.R.Jr. 2016. Motivation to learn: an overview of contemporary theories. John Wiley & Sons Ltd and The Association for the Study of Medical Education; MEDICAL EDUCATION 2016. 50: 997–1014
Fletcher, P. C., Anderson, J. M., Shanks, D. R., Honey, R., Carpenter, T. A., Donovan, T., ... Bullmore, E. T. 2001. Responses of human frontal cortex to surprising events are predicted by formal associative learning theory. Nature Neuroscience, 4(10), 1043–1048. 
[dikutip dari A.S. Ditta et al. 2020. Exposure To Information Increases Motivation To Learn More. United States: Department of Psychology, University of California, Riverside & Department of Psychology, University of the Pacific]  
Fredrickson, B. L. 2004. The broaden–and–build theory of positive emotions. Philosophical Transactions of the Royal Society of London. Series B: Biological Sciences, 359 (1449), 1367–1377.
Jörns, C., K. Schuchardt, D. Grube, and C. Mähler. 2014. "Spielorientierte Förderung numerischer Kompetenzen im V orschulalter und deren Eignung zur Prävention von Rechenschwierigkeiten." Empirische Sonderpädagogik 2014 (3): 243- 259 
[Dikutip dari Fitri & Syamsudin, A. 2019. The Effectiveness of Race Track Games on Counting Ability and Child Learning Motivation. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, vol. 296].
Vogt, F., Hauser, B., Stebler, R., Rechsteiner, K., & Urech, C. (2018). Learning through play-pedagogy and learning outcomes in early childhood mathematics. European Early Childhood Education Research Journal, 1-15. [Dikutip dari Fitri & Syamsudin, A. 2019]
Popeska, B & Mitkovska, S.J. 2020. Motivation To Learn During A Pandemic. Faculty of educational sciences, UGD Stip.
Rahman, H.A., Rajab, A., Wahab, S.R.A,. et al. 2017. Factors Affecting Motivation in Language Learning. International Journal of Information and Education Technology, Vol. 7, No. 7
Nasri, M Irfan & Usman, Osly. 2019. Effect of Family Environment, Motivation and Learning, and Peers on Student Discipline.
Baker, J. A. (2006). Contributions of teacher–child relationships to positive school adjustment uring elementary school. Journal of School Psychology, 44, 211–229. 
[Dikutip dari Koca, F. 2016. Motivation to Learn and Teacher–Student Relationship. Journal of International Education and Leadership, Vol. 6 Issue 2 Summer 2016].
 

Yuk Cari Inspirasi Hebat Lainnya

Average Rating
Average: 5 (1 vote)
Berikan Rating

Please login to leave us a comment.

Login