80% Otak Terbentuk di 2 Tahun Pertama si Kecil

80% Otak Terbentuk di 2 Tahun Pertama si Kecil

masa terpenting dalam pertumbuhan dan perkembangan si Kecil berlangsung pada usia 0-6 tahun. Selalu penuhi kebutuhan gizi si Kecil untuk mendukung perkembangan otaknya secara optimal.

Waktu membaca: 3 menit
proses pertumbuhan dan perkembangan anak berlangsung sangat pesat di tahun-tahun awal kehidupannya.

Tahukah Mam, proses pertumbuhan dan perkembangan anak berlangsung sangat pesat di tahun-tahun awal kehidupannya.
Sebenarnya, perkembangan otak si Kecil bermula sejak ia masih berada di dalam kandungan. Dokter Hardiono menjelaskan, sel saraf otak janin sudah berkembang saat kandungan Mam berusia 2-3 bulan, dan pembentukannya terus berlanjut hingga setelah ia dilahirkan. Begini tahapannya:

80% Otak Terbentuk di 2 Tahun Pertama si Kecil
 
Proses pematangan yang terjadi pada otak, jalur saraf penting, hubungan antarsel (sinaps), dan pembungkus saraf (mielin) si Kecil berlangsung secara pesat pada periode kritis, yakni sepanjang fase usia dini (0-6 tahun). Menurut dokter Hardiono, sinaps dan mielin merupakan satu kesatuan yang saling mendukung guna menentukan fungsi otak secara optimal. Jika otak tidak mendapatkan rangsangan yang maksimal pada periode kritis ini, akan sulit untuk “menyambungkan” kembali jalur-jalurnya di kemudian hari.

Kesehatan dan nutrisi yang baik diperlukan untuk mengoptimalkan potensi pendidikan seseorang karena nutrisi sangat mempengaruhi perkembangan intelektual dan kemampuan belajar. Nah, salah satu nutrisi yang sangat penting untuk mendukung perkembangan otak si Kecil adalah kolin (choline).
Kolin adalah senyawa yang termasuk ke dalam kelompok vitamin B. Zat ini berperan sangat penting bagi proses pembentukan otak si Kecil sejak ia masih berada di dalam kandungan Mam. Setelah ia lahir pun, kolin dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak dan kemampuan daya ingatnya. Selain penting bagi fungsi otak, kolin juga berfungsi mendukung pembentukan membran sel, mensintesis fosfatidilkolin (komponen penting dari membran sel), neurotransmisi, metabolisme metil (methyl), serta transportasi lemak, kolesterol, dan metabolisme.

Maka dari itu, untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak si Kecil, pastikan ia mengonsumsi makanan sehat yang mengandung kolin ya, Mam. National Academy of Science merekomendasikan asupan harian kolin sebanyak 200 mg untuk anak usia 1-3 tahun, dan 250 mg untuk anak usia 4-9 tahun. Makanan dengan kandungan kolin yang tinggi cukup bervariasi, di antaranya adalah susu, kuning telur, daging tanpa lemak, daging unggas, ikan, kacang tanah, buncis, kacang polong, gandum, dan rumput laut.

Kini Mam sudah tahu, kan, bahwa masa terpenting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak berlangsung pada usia 0-6 tahun. Jadi, jangan lupa, ya, selalu penuhi kebutuhan gizi si Kecil untuk mendukung perkembangan otaknya secara optimal. 
 

Yuk Cari Inspirasi Hebat Lainnya

Setiap Anak Mampu Menjadi Yang Terbaik Yang Mereka Bisa

Banyak orangtua bertanya-tanya apakah anak mereka pintar.

Mengenal 8 Jenis Kepintaran Anak

Mengenal 8 Jenis Kepintaran Anak
Average Rating
Average: 4.5 (2 votes)

Berikan Rating

Please login to leave us a comment.

Login