6 Cara Mendidik Anak Hebat

6 Cara Mendidik Anak Hebat

Waktu membaca: 6 menit

Si Kecil membutuhkan dukungan Mam agar ia bisa menjadi anak hebat. Tapi anak hebat tentu tak sebatas hebat dalam hal akademis saja lho, Mam. Nah bagaimana cara mendidik anak agar cerdas dan mandiri serta memiliki perilaku positif lainnya? Agar si Kecil menjadi anak hebat, Mam dan Pap perlu mendidiknya agar memiliki berbagai nilai positif. Menurut Laurence Steinberg, PhD, penulis buku The Ten Basic Principles of Good Parenting, dengan pendidikan yang tepat dari orang tua si kecil bisa memiliki nilai empati, jujur, mandiri, dapat bekerja sama, dapat mengontrol diri, dan sebagainya. Nilai-nilai positif ini akan membantu menghindarkan si Kecil dari rasa cemas, perilaku antisosial, depresi, dan lainnya.
Yuk simak beberapa cara mendidik anak agar cerdas dan mandiri serta memiliki nilai-nilai positif yang akan menjadikan si Kecil anak hebat berikut ini.
 

  1. Orang tua perlu terlibat dalam aktivitas si Kecil tanpa mengambil alih apa yang seharusnya dilakukan si Kecil. Porsi keterlibatan orang tua adalah sebagai fasilitator, membantu saat si Kecil memang memerlukan bantuan, membimbing, dan memotivasi. Saat si Kecil belum bersekolah, cara mendidik anak agar cerdas dan mandiri tentu meliputi aktivitas stimulasi, penanaman nilai-nilai, dan pembentukan kebiasaan baik. Saat si Kecil mulai bersekolah, keterlibatan ini akan mencakup komunikasi yang baik dengan guru, memantau perkembangan anak, memenuhi kebutuhan belajar anak, pendampingan tanpa mengambil alih tugas yang seharusnya dikerjakan oleh anak. Keterlibatan ini memang tak mudah dan memakan banyak waktu, tetapi hasil yang didapat akan membuat jerih payah Mam terbayar.
     
  2. Dorong si Kecil untuk mandiri dan hargai kemandiriannya. Kemandirian akan membantu anak kelak agar menjadi percaya diri, berani mengambil keputusan, bisa mengurus dirinya sendiri, dan sebagainya. Kemandirian memang bukan sekedar bisa melakukan berbagai hal sendiri, tetapi juga mengenali dirinya sebagai individu. Di masa anak usia dini, kemandirian memang sering disalahartikan sebagai sikap membangkang dan nakal. Padahal jika dilihat dari sisi si Kecil, seringkali ini merupakan proses si Kecil mengenali dirinya, apa yang ia sukai, apa yang ia inginkan, mengenali dirinya sebagai individu yang berbeda dari Mam dan Pap. Hal-hal ini adalah bagian dari pembentukan kemandirian anak.
     
  3. Konsistensi adalah hal penting dalam cara mendidik anak agar cerdas dan mandiri. Artinya, apabila Mam, Pap, dan si Kecil sudah menyepakati suatu hal atau suatu aturan di dalam keluarga, maka Mam dan Pap perlu menjalaninya secara konsisten. Dengan begitu si Kecil juga akan belajar untuk disiplin dalam menjalankan apa yang sudah disepakati. Jika Mam dan Pap sebagai orang tua tidak konsisten, maka si Kecil bisa menjadi bingung atau menyepelekan aturan yang sudah ditetapkan.
     
  4. Kedisiplinan perlu diajarkan, tetapi dengan cara yang tepat. Disiplin tidak sama dengan bersikap ‘galak’ pada si Kecil. Disiplin bukan berarti orang tua memiliki kontrol penuh terhadap anak, tetapi bagaimana orang tua dapat mengajarkan anak untuk mengontrol dirinya sendiri. Jika si Kecil diajarkan disiplin dnegan tepat, ia akan dapat membedakan yang baik dan yang salah, apa konsekuensi dari hal-hal negatif maupun positif yang ia lakukan. Hasil akhirnya adalah si Kecil bersikap atau melakukan hal-hal yang baik bukan karena ia takut dihukum tetapi karena ia tahu hal tersebut memang baik bagi dirinya dan orang lain.
     
  5. Beri si Kecil tanggung jawab yang sesuai dengan usianya. Ya, libatkan si Kecil dalam aktivitas sehari-hari di rumahnya. Tentunya sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya ya, Mam. Cara ini akan membuat si Kecil merasa dipercaya, memiliki tujuan, merasa mampu, dan tentunya belajar untuk melakukan berbagai yang berkaitan dengan life skill. Lebih jauh, cara ini akan membuat si Kecil menjadi percaya diri yang tentunya akan mendukung dalam banyak aspek tumbuh kembang si Kecil. 
     
  6. Jadikan kesalahan sebagai pengalaman belajar. Apakah Mam pernah kesal atau marah saat si Kecil membuat kesalahan atau tidak mampu melakukan sesuatu sesuai harapan Mam dan Pap? Cara mendidik anak agar pintar dan mandiri serta kelak menjadi anak hebat adalah untuk mengajarkan pada si Kecil untuk tidak takut membuat kesalahan. Dan juga kesalahan atau hambatan bisa dijadikan cara untuk belajar dan berkembang. Si Kecil yang takut membuat kesalahan biasanya juga takut untuk mencoba. Mam tentu tak ingin si Kecil mundur sebelum mencoba, bukan?
     

Kemudian, jangan lupa untuk selalu meghargai si Kecil ya, Mam. Dengarkan pendapatnya, beri ia pujian, dan tentunya jagan takut untuk mengakui jika Mam membuat kesalahan dan meminta maaf pada si Kecil. Karena si Kecil akan melihat dan meniru apa yang Mam dan Pap lakukan.


Sumber:
https://www.webmd.com/parenting/features/10-commandments-good-parenting…
https://www.verywellfamily.com/surprising-reasons-why-we-need-to-discip…
https://www.verywellfamily.com/things-that-good-parents-do-620051
https://www.verywellfamily.com/ways-to-build-strong-self-esteem-in-your…
https://www.nytimes.com/2012/08/05/opinion/sunday/raising-successful-ch…
 

Yuk Cari Inspirasi Hebat Lainnya

Average Rating
Average: 5 (1 vote)
Berikan Rating

Please login to leave us a comment.

Login