5 Cara Mencari Bakat Anak dan Mengembangkannya

5 Cara Mencari Bakat Anak dan Mengembangkannya

Waktu membaca: 6 menit

Setiap anak terlahir dengan minat dan bakat yang berbeda-beda. Ada yang memiliki minat atau bakat di bidang akademik, olahraga, seni, atau mungkin teknologi. Itu baru sebagian kecil, masih banyak lagi jenis bakat lainnya. Tak jarang seorang anak bisa memiliki lebih dari satu atau bahkan dua bakat sekaligus. Tetapi juga merupakan hal yang wajar apabila Mam dan Pap perlu melakukan langkah ekstra untuk mencari bakat anak.

Pada umumnya, si Kecil akan mulai menunjukkan bakat di usia 6 tahun. Banyak juga yang sudah terlihat dari jauh sebelum itu. Tetapi Mam juga tak perlu terlalu cemas apabila si Kecil belum menunjukkan bakatnya secara jelas. 

Usia 3 hingga 10 tahun adalah rentang usia terbaik untuk menelaah, mencari bakat anak, dan kemudian mengembangkannya. Apakah si Kecil termasuk dalam rentang usia tersebut? Jika ya, maka ini adalah waktu terbaik untuk Mam dan Pap membantu memaksimalkan potensinya. Untuk dapat mencapai tingkat tertinggi dari bakat yang dimilikinya, mereka anak perlu senantiasa mendapat kesempatan untuk mengenal bakat dan minatnya. Untuk kemudian mempelajari, mengembangkan dan melatih bakatnya dengan maksimal. 

Si Kecil bisa mengembangkan bakatnya secara optimal tentunya adalah harapan setiap orang tua bukan? Nah, apakah Mam dan Pap sudah tahu persis bakat apa yang dimiliki si Kecil? Agar tak salah langkah dan lebih tepat sasaran, yuk, ikuti 5 tips berikut ini untuk mencari bakat anak dan mengembangkannya!

1. Amati kebiasaan si Kecil
Untuk mecari bakat anak, Mam dan Pap bisa makukan observasi pada aktivitas dan kebiasaan sehari-hari si Kecil. Mulai dari sebelum, ketika aktivitas berlangsung, sampai dengan selesai. Bagaimana sikap si Kecil terhadap keseluruhan aktivitas tersebut? Apakah Ia terlihat bersemangat, senang, biasa saja, atau bahkan bosan? Beberapa hal yang bisa Mam dan Pap perhatikan adalah melalui bahasa tubuh, raut wajah, fokus, serta respon terhadap aktivitas tersebut setelah Ia menyelesaikannya. Jangan terburu-buru ketika sedang mengamati atau mengambil kesimpulan, Mam dan Pap dapat melakukannya secara perlahan dan berkala, agar penilaian yang dihasilnya lebih akurat.

2. Beri kebebasan bereksplorasi
Langkah selanjutnya adalah memberikan si Kecil ruang untuk bereksplorasi. Mam dan Pap dapat memancing ketertarikannya akan suatu hal dan aktivitas. Ajak si Kecil mencoba berbagai kegiatan yang Mam dan Pap rasa sesuai akan minatnya. Misalnya, jika si Kecil suka kegiatan olah raga, kenalkan Ia dengan berbagai jenis olah raga. Jika si Kecil suka seni, ajak Ia mencoba berbagai jenis kesenian, jangan membatasinya dengan satu jenis saja. Jika perlu, mengenalkannya dengan aktivitas yang mungkin di luar kebiasaannya pun bisa menjadi sebuah langkah yang baik. Jangan ragu untuk mengenalkan dan membiarkan si Kecil mencoba berbagai hal yang baru.

3. Beri semangat dan dorongan positif
Untuk memaksimalkan bakat dan potensi si Kecil, ada banyak elemen yang memiliki peran besar. Salah satunya adalah dukungan positif dari keluarga dan lingkungan terdekatnya, terutama Mam dan Pap. Hargai setiap usaha yang si Kecil lakukan. Tak hanya melalui materi dan fasilitas semata, yang juga tak kalah penting adalah perhatian dan waktu dari Mam dan Pap. Nasihat dan kritik membangun memang baik untuk mengoptimalkan potensinya, namun jangan ragu untuk memberikan apresiasi dan pujian untuk usaha yang dilakukannya, agar si Kecil tetap semangat dalam menjalani dan mengeksplor minatnya.

4. Jangan memaksa
Proses mencari bakat anak tentunya bukan suatu perkara yang mudah. Ada kalanya terjadi pertentangan di mana keinginan si Kecil mungkin tak sejalan dengan harapan Mam dan Pap. Tak dipungkiri, Mam dan Pap tentu sudah memiliki banyak pengalaman dan ingin yang terbaik untuk si Kecil, hingga terkadang secara tak sadar sedikit memaksakan dan mengarahkan si Kecil kepada suatu bidang tertentu. Penting bagi para orangtua untuk bersabar dan sedikit melepas ego. Biarkan si Kecil fokus pada minatnya dan mendalami hal yang Ia sukai.

5. Tes bakat dan konsultasi
Mengenal dan mencari bakat anak juga dapat dilakukan melalui konsultasi dengan ahlinya, misalnya dengan para ahli yang memiliki latar belakang psikologi atau berpengalaman dan bergelut di bidang parenting dan pendidikan. Ada cara lain yang lagi yang dapat dilakukan, yaitu melalui tes bakat. Namun jangan sampai salah, tes bakat berbeda dengan tes IQ. Tes IQ adalah tes kecerdasan secara umum, sedangkan tes bakat memberikan informasi terkait kecerdasan yang lebih khusus. 
Perlu Mam dan Pap ingat pula, bahwa bakat dan minat saling berhubungan. Bakat yang diikuti dengan minat tentunya akan lebih mudah untuk dikembangkan secara optimal. Jadi selain menemukan bakat anak, orang tua juga perlu mendukung agar minat anak juga muncul sehingga kelak ia jadi anak hebat.

 

Sumber:

kidsource.com/how-recognize-and-develop-your-childrens-special-talents#sthash.RUJo9RTX
hellosehat.com/parenting/tips-parenting/mengembangkan-bakat-anak/#gref
id.theasianparent.com/cara-mengetahui-bakat-anak

Yuk Cari Inspirasi Hebat Lainnya

Average Rating
Average: 5 (1 vote)

Berikan Rating

Please login to leave us a comment.

Login